Pemkab Bangka Tengah Gandeng Yayasan Madania, Luncurkan Sayembara Penulisan Biografi Tokoh Lokal

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Jul 2026 18:46 10 Admin

BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan, kebudayaan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui penandatanganan kesepakatan bersama dengan Yayasan Madania Center Bangka Belitung (YMCBB), yang berlangsung di Ruang Rapat VIP Kantor Bupati Bangka Tengah, Senin (20/7/2026).

Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Ketua Umum Yayasan Madania Center Bangka Belitung, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., serta Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bangka Tengah, Zulfan.

Bupati Algafry Rahman mengatakan, kerja sama tersebut merupakan implementasi nyata dari semangat Selawang Segantang, semboyan Kabupaten Bangka Tengah yang mengandung nilai persatuan, gotong royong, keadilan sosial, serta kebersamaan dalam membangun daerah.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan literasi, pelestarian sejarah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Hari ini, esensi dari Selawang Segantang kita wujudkan secara nyata melalui kolaborasi sinergis antara Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dengan Yayasan Madania Center Bangka Belitung. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kuatnya fondasi literasi, pelestarian nilai sejarah, serta kualitas sumber daya manusianya,” ujar Algafry.

Ia mengapresiasi Yayasan Madania Center Bangka Belitung yang dinilai konsisten memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan budaya literasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu program strategis dalam kerja sama tersebut adalah penyelenggaraan sayembara penulisan biografi tokoh lokal Bangka Tengah yang akan dilanjutkan dengan penerbitan buku sebagai dokumentasi sejarah perjuangan para tokoh daerah.

Algafry menegaskan, program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga memori kolektif masyarakat agar nilai-nilai perjuangan para tokoh daerah tetap hidup di tengah generasi muda.

“Kisah-kisah heroik para tokoh pejuang kita tidak boleh terkubur oleh waktu. Tugas kita bersama adalah menggali, meneliti, menuliskan, dan menerbitkan biografi perjuangan mereka agar dapat dibaca, diresapi, dan diteladani oleh anak-cucu kita,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat Bangka Tengah, khususnya kalangan akademisi, peneliti, guru, mahasiswa, hingga pegiat literasi untuk berpartisipasi dalam sayembara penulisan biografi tokoh lokal tersebut.

“Mari kita bersama-sama menggali sejarah, menulis kembali perjuangan para tokoh daerah kita, sehingga warisan nilai dan keteladanan mereka tidak hilang ditelan zaman, tetapi tetap hidup dan menginspirasi generasi yang akan datang,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Madania Center Bangka Belitung, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., menyampaikan bahwa kesepakatan bersama ini akan diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan literasi.

Ia mengatakan, langkah awal yang akan segera dilaksanakan adalah penyelenggaraan sayembara penulisan biografi tokoh lokal Bangka Tengah sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah daerah secara lebih sistematis.

Melalui kolaborasi ini, Pemkab Bangka Tengah dan Yayasan Madania Center Bangka Belitung berharap dapat memperkuat ekosistem literasi, memperkaya dokumentasi sejarah lokal, sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya mengenal dan menghargai perjuangan para tokoh yang telah berkontribusi bagi pembangunan Bangka Tengah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!