Si PERIGI, Inovasi BPKAD Bangka Tengah Perkuat Transparansi dan Akurasi Belanja Pegawai

waktu baca 2 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 16:30 14

BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terus mendorong digitalisasi tata kelola keuangan daerah. Salah satu inovasinya adalah Si PERIGI (Sistem Informasi Pegawai dan Rincian Gaji) yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akurasi belanja pegawai. Sabtu (15/8/2026).

Kepala BPKAD Bangka Tengah, Redha Tama, S.E., mengatakan Si PERIGI mengintegrasikan data kepegawaian dengan informasi gaji dan tunjangan ASN. Sistem ini juga memungkinkan pegawai memperbarui data secara mandiri, seperti kenaikan gaji berkala (KGB) dan perubahan status keluarga.

“Melalui implementasi Si PERIGI, kami ingin memastikan bahwa seluruh hak pegawai dibayarkan secara tepat dan akurat,” ujar Redha.

Menurutnya, pembaruan data yang akurat penting untuk mencegah kesalahan administrasi serta kelebihan maupun kekurangan pembayaran tunjangan. Sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti evaluasi BPK terkait efektivitas belanja pegawai.

Selain Si PERIGI, BPKAD mengembangkan sejumlah inovasi lain, seperti SIROJAK (Sistem Rekonsiliasi Pajak) untuk memperkuat rekonsiliasi data perpajakan dan SEMAMPAI (Saluran Efektif Memahami Anggaran Melalui Percakapan AI) yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu masyarakat memahami informasi anggaran daerah.

BPKAD juga tengah menyelesaikan SIRATU (Sistem Rekon Aset Terpadu) serta SEPAKAT/SEKUAT yang mendukung tata kelola keuangan desa. Inovasi lainnya meliputi SIPATEN untuk pengelolaan aset tanah dan SEGANTANG sebagai sistem gabungan data keuangan.

Redha menegaskan, berbagai inovasi tersebut tidak sekadar bertujuan membangun aplikasi, tetapi menjadi bagian dari pembenahan administrasi agar pengelolaan keuangan dan aset daerah semakin efektif, efisien, transparan, serta akuntabel.

Dengan pengembangan berbagai sistem digital tersebut, BPKAD Bangka Tengah berupaya membangun ekosistem pengelolaan keuangan daerah berbasis data yang lebih terintegrasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi keuangan pemerintah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!