Diduga Bawa Pasir Timah, Truk BE 8895 AMT Turun dari KMP Menumbing Raya, Lalu Hilang Jejak

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Sep 2026 14:33 51 dika okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Misteri menyelimuti kedatangan sebuah truk di Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkalpinang. Turun dari KMP Menumbing Raya, Rabu (30/9/2026), truk BE 8895 AMT itu diduga membawa pasir timah dari Belitung.

Muatan tertutup terpal hingga dugaan pengawalan saat keluar pelabuhan memunculkan sejumlah pertanyaan.

KMP Menumbing Raya diketahui berangkat dari Belitung pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB dan tiba di Pelabuhan Pangkal Balam sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu.

Saat proses bongkar berlangsung, terdapat sejumlah kendaraan yang diturunkan, termasuk tiga unit truk. Dua di antaranya diketahui membawa peralatan Ponton Isap Produksi (PIP). Sementara satu truk lainnya, BE 8895 AMT, justru menarik perhatian.

Menurut sumber di lapangan, truk tersebut tertutup terpal rapat dan terlihat membawa muatan berat. Informasi yang beredar di sekitar pelabuhan menyebut muatan itu diduga pasir timah.

“Yang dua truk PIP terlihat jelas peralatannya. Kalau yang BE 8895 AMT tertutup terpal rapat dan muatannya berat. Informasinya pasir timah,” kata sumber buruh pelabuhan yang mengaku melihat langsung proses bongkaran.

Keluar Pelabuhan, Hilang Jejak

Kejanggalan tidak berhenti pada jenis muatan. Sumber tersebut menyebut BE 8895 AMT mendapatkan pengawalan setelah keluar dari area pelabuhan. Bahkan, terdapat sosok yang disebut mengenakan seragam aparat.

Perlakuan tersebut berbeda dengan dua truk pembawa peralatan PIP yang terlihat melintas dan berada di area umum pelabuhan.

Setelah melewati pintu keluar Pelabuhan Pangkal Balam, keberadaan truk BE 8895 AMT kemudian sulit dilacak.

Sejumlah wartawan yang berupaya mengikuti pergerakan kendaraan tersebut disebut kehilangan jejak tidak jauh dari kawasan pelabuhan.

“Keluar pelabuhan langsung sulit dilacak. Kami coba ikuti, tetapi tiba-tiba sudah tidak terlihat,” ujar sumber lainnya.

Situasi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan, ke mana truk tersebut membawa muatannya dan apakah seluruh dokumen asal-usul pasir timah telah diperiksa?

Jika muatan tersebut benar pasir timah, maka persoalannya bukan semata keberadaan satu unit truk di pelabuhan. Yang jauh lebih penting adalah asal-usul material, pemilik barang, dokumen pengangkutan, serta legalitas pasir timah yang dibawa dari Belitung ke Bangka.

Siapa yang Mengawal?

Dugaan adanya pengawalan aparat juga menjadi titik penting yang perlu dijelaskan secara terbuka.

Belum diketahui siapa pihak yang melakukan pengawalan terhadap BE 8895 AMT. Belum pula ada penjelasan resmi apakah pengawalan tersebut merupakan bagian dari prosedur pengamanan resmi atau tindakan individual.

Karena itu, identitas pihak yang berada di belakang pengawalan tersebut menjadi penting untuk diklarifikasi.

Apabila benar terdapat aparat yang melakukan pengawalan, publik berhak mengetahui dalam kapasitas apa pengawalan dilakukan dan atas dasar surat atau perintah siapa. Begitu pula jika truk tersebut memang membawa pasir timah, pemeriksaan dokumen menjadi hal yang tidak dapat dilewatkan.

Jangan Sampai Truknya Hilang, Dokumennya Tak Jelas

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai dokumen muatan BE 8895 AMT maupun tujuan akhir truk tersebut.

Pihak KSOP Pangkal Balam, manajemen KMP Menumbing Raya, serta pemilik kendaraan juga belum memberikan penjelasan mengenai jenis dan asal muatan truk tersebut. Kondisi ini membuat keberadaan BE 8895 AMT menjadi penting untuk ditelusuri.

Sebab, jika benar membawa pasir timah, maka harus dapat dijelaskan dari mana pasir tersebut berasal, siapa pemiliknya, bagaimana dokumen pengangkutannya, dan untuk kepentingan apa dibawa dari Belitung ke Pangkalpinang.

Publik juga menunggu penjelasan aparat terkait mengenai apakah kendaraan tersebut telah melalui pemeriksaan sebagaimana mestinya saat turun dari kapal. Truknya memang sudah keluar dari pelabuhan. Tetapi pertanyaan mengenai muatannya belum ikut hilang.

Media Jejaring Radak masih menelusuri keberadaan BE 8895 AMT serta akan meminta konfirmasi kepada Ditpolairud, KSKP Pelabuhan Pangkal Balam, KSOP Pangkal Balam dan pihak terkait lainnya mengenai prosedur pemeriksaan kendaraan dan dokumen muatan KMP Menumbing Raya. (Iwan/Radak)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!