BANGKA BARAT, OKEYBOZ.COM – Kantor Wilayah Kementerian HAM Bangka Belitung menggelar Pembinaan Kepatuhan Hak Asasi Manusia (HAM) Komunitas Masyarakat di Kantor Kesbangpol Bangka Barat, Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pemerintah memperkenalkan mekanisme pembinaan dan penilaian kepatuhan HAM kepada berbagai komunitas dan organisasi masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kementerian HAM Babel, Syamsudin M, mengatakan pembinaan dilakukan untuk memastikan aktivitas komunitas tidak mengganggu hak masyarakat lainnya.
“Semata-mata untuk sebagai bukti bahwa pemerintah itu selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai macam dinamika permasalahan yang terjadi,” kata Syamsudin.
Menurutnya, penilaian kepatuhan HAM nantinya tidak hanya menyasar komunitas, tetapi juga pelaku usaha dan instansi pemerintah. Namun, untuk pelaksanaan audit terhadap komunitas, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat dan kemungkinan uji publik.
Dalam pembahasan tersebut, Syamsudin turut menyinggung persoalan pertambangan yang menjadi salah satu dinamika di Bangka Belitung. Ia mengatakan aktivitas penambangan berkaitan dengan kebutuhan masyarakat untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga.
“Penambang-penambang itu mereka juga melakukan penambangan barangkali bukan untuk jadi kaya, tetapi semata-mata untuk bisa menafkahi anak, istri, keluarganya. Karena mereka juga butuh hidup,” ujarnya.
Karena itu, menurut Syamsudin, penyelesaian persoalan tambang membutuhkan regulasi yang jelas dan dapat ditaati seluruh pihak. Pemerintah perlu mengatur agar kepentingan untuk mencari penghidupan tidak berbenturan dengan hak masyarakat lainnya.
“Maka oleh karena itu penyelesaiannya dengan membentuk regulasi. Membentuk regulasi yang ditaati oleh semua lapisan-lapisan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kepatuhan HAM juga dapat diperkuat melalui nilai agama dan hukum adat yang telah berkembang di masyarakat. Keduanya dinilai dapat menjadi pendukung dalam menciptakan kehidupan sosial yang tertib dan saling menghormati.
Kegiatan tersebut diikuti 16 organisasi dan komunitas di Bangka Barat, mulai dari organisasi kepemudaan, keagamaan, perempuan, hingga komunitas sosial.
Syamsudin berharap pembinaan kepatuhan HAM dapat menjadi salah satu pintu masuk dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial di Bangka Belitung, sehingga kebebasan masyarakat dalam beraktivitas tetap berjalan seiring dengan kewajiban menghormati hak orang lain.
Tidak ada komentar