Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, (dok : Dev/Radak) BANGKA BARAT, OKEYBOZ.COM – Tudingan adanya pembiaran pelanggaran di Rutan Kelas IIB Mentok menjadi perhatian publik. Merespons kabar tersebut, pihak Rutan memberikan klarifikasi dan memastikan berbagai isu negatif yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, menyayangkan adanya pihak yang melempar tuduhan ke publik tanpa melalui prosedur pembuktian yang valid. Ia pun mempertanyakan dasar dari desakan masyarakat yang sempat diberitakan oleh beberapa media.
“Kami menemukan kebingungan dan mempertanyakan kerangka berpikir mengenai isu ini. Suatu tuduhan itu harus ada prosedur pembuktian secara valid dan reliabel dahulu, bukan ‘katanya-katanya’. Menjadi aneh dan jenaka kalau tuduhannya saja tidak valid dan reliabel, tapi sudah berbicara tentang desakan masyarakat. Ini masyarakat yang mana?” ujar Andri Ferly saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Andri menegaskan bahwa jajarannya memilih untuk tidak terlalu ambil pusing dengan isu liar tersebut dan tetap fokus bekerja mengoptimalkan pelayanan di rutan.
“Pada intinya, kami tidak pernah mau menanggapi isu-isu yang tidak benar dan tidak penting bagi kinerja Rutan Muntok. Kami sangat sibuk dengan kegiatan-kegiatan positif tentang pembinaan warga binaan yang secara disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Terkait dengan strategi keamanan, Andri menjelaskan bahwa Rutan Mentok menerapkan sistem pengamanan bertingkat sesuai dengan regulasi pemasyarakatan. Sesuai dengan instruksi pimpinan, Rutan Mentok kini juga menjadi lini terakhir pembinaan bagi para pelanggar aturan dari lapas lain.
“Kami melakukan strategi pengamanan yang sesuai dengan tingkat keamanannya, yaitu minimum, medium, dan maximum security. Sesuai perintah Kakanwil Dirjenpas Babel, Rutan Kelas IIB Muntok ini dijadikan tempat yang representatif untuk menempatkan warga binaan nakal yang sering melanggar aturan di lapas lain di wilayah Kepulauan Bangka Belitung,” jelas Andri.
Andri menambahkan, pihak rutan tidak akan segan memindahkan warga binaan yang membandel ke Lapas Super Maximum Security di Nusakambangan jika tidak ada perubahan perilaku.
Guna mengantisipasi pelanggaran, Rutan Mentok juga memperketat pengawasan, melengkapi petugas dengan persenjataan serta rompi anti-sajam, hingga memotong penggunaan bak air di kamar hunian dan menggantinya dengan shower untuk mempersempit ruang penyimpanan barang terlarang.
Di sisi lain, Andri menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik yang membangun dan proses konfirmasi dari media, asalkan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Namun, ia mengingatkan akan mengambil langkah hukum jika mendapati adanya fitnah atau penyebaran berita tanpa konfirmasi yang berimbang.
“Apabila terdapat temuan atau informasi yang akurat, valid, dan reliabel tentang pelanggaran yang dilakukan oleh petugas maupun warga binaan, saya sebagai Kepala Rutan Muntok akan menindak tegas dengan setegas-tegasnya. Tapi apabila tidak ditemukan pembuktian tentang pelanggaran yang diberitakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, maka kami juga akan bertindak tegas dengan pidana UU ITE agar tidak asal bicara ke publik,” tuturnya.
Ia juga mengimbau media massa untuk bekerja secara profesional dengan melakukan verifikasi sebelum menayangkan sebuah berita.
“Kami terbuka terhadap proses klarifikasi dan konfirmasi media sebagai bagian dari upaya memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Tapi jangan tayang dulu baru konfirmasi. Yang benar adalah konfirmasi dulu baru tayang, biar masyarakat yang menilai sendiri apa yang terjadi,” pungkas Andri Ferly. (Dev/Radak)
Tidak ada komentar