Ada Apa dengan Juru Pungut Pasar Sungailiat? Penyewa Keluhkan Sikap Arogan hingga Karcis Retribusi

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Nov 2026 18:33 24 dika okeyboz

SUNGAILIAT, OKEYBOZ.COM – Persoalan pelayanan retribusi di Pasar Sungailiat, Kabupaten Bangka, menjadi sorotan setelah sejumlah penyewa kios mengeluhkan perilaku salah satu petugas pemungut.

Dugaan arogansi, tidak diberikannya karcis pembayaran, hingga kebiasaan membawa pisau saat bertugas menjadi sederet persoalan yang kini meminta perhatian pengelola pasar.

Oknum berinisial A tersebut diduga kerap menunjukkan sikap arogan saat menarik retribusi, bahkan disinyalir tidak pernah memberikan karcis sebagai bukti pembayaran kepada penyewa kios.

Perilaku petugas yang dinilai petantang-petenteng itu membuat sejumlah penyewa kios merasa risih dan tidak nyaman. Terlebih, penarikan retribusi yang dilakukan setiap hari seharusnya disertai bukti pembayaran resmi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

Salah seorang penyewa lapak Pemda berinisial Kn mengungkapkan keluhannya, Jumat (6/11/2026). Ia menilai sikap yang ditunjukkan oknum juru pungut tersebut jauh dari etika seorang petugas pelayanan publik.

Menurut Kn, perilaku A bahkan terkesan seperti seorang preman ketika menjalankan tugasnya. Kondisi tersebut dinilai meresahkan para penyewa kios yang setiap hari harus berhadapan dengan petugas bersangkutan.

“Seperti preman saja sikapnya. Ini tentunya sangat meresahkan dan tidak mencerminkan pelayanan publik yang baik,” ungkap Kn.

Ia juga menyebut perilaku kurang sopan tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, menurut pengakuannya, sikap serupa pernah ditunjukkan A ketika Asep Setiawan masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangka.

“Waktu zaman Pak Asep, beliau juga kurang suka dengan sikap A ini, Bang. Seperti kurang sopan begitu. Merokok sambil mengangkat kaki di ruangan, kalau tidak salah, saat ada Pak Asep,” bebernya.

Tak hanya persoalan sikap, Kn juga menyoroti dugaan tidak diberikannya karcis setiap kali penyewa membayar retribusi. Padahal, karcis merupakan bukti resmi bahwa kewajiban pembayaran retribusi telah dipenuhi.

Lebih jauh, Kn mengaku resah karena oknum petugas tersebut disebut kerap membawa benda menyerupai senjata tajam berupa pisau pramuka yang diselipkan di pinggang.

“Kalau bisa A ini diganti atau dipindahkan memungut di tempat lain. Karena dia ini juga sering membawa pisau seperti pisau pramuka dan diselipkan di pinggangnya. Kan aneh, juru pungut kok membawa senjata seperti itu,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, para penyewa berharap UPT Pasar Sungailiat maupun Disperindag Kabupaten Bangka tidak menutup mata. Evaluasi terhadap kinerja dan perilaku petugas dinilai perlu dilakukan agar aktivitas penarikan retribusi berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan keresahan.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Sungailiat, Ahmad Husein, mengaku baru mengetahui adanya keluhan penyewa kios terkait perilaku dan kinerja juru pungut berinisial A tersebut.

“Yang pastinya, yang bersangkutan sesegera mungkin akan kita panggil untuk kita bina sehingga hal serupa tidak terulang di kemudian hari,” kata Husein.

Terkait legalitas A sebagai petugas pemungut retribusi di kawasan Pasar Sungailiat, Husein membenarkan bahwa yang bersangkutan merupakan petugas resmi UPT Pasar.

Ia menjelaskan, setiap petugas juru pungut yang ditugaskan telah dibekali karcis resmi untuk diberikan kepada penyewa kios sebagai bukti pembayaran retribusi.

“Benar, yang bersangkutan itu petugas juru pungut kita. Setiap kita menugaskan petugas juru pungut, mereka kita bekali dengan karcis. Karcis inilah yang menjadi bukti jika penyewa lapak sudah membayar retribusinya sebesar Rp5.000,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi pengelola pasar untuk memastikan prosedur pemungutan retribusi benar-benar dijalankan. Sebab, setiap rupiah yang dipungut dari penyewa kios harus dapat dipertanggungjawabkan, termasuk melalui pemberian karcis resmi kepada wajib retribusi. (Syarif/Radak)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!