oleh

Pengunjung Mengeluh , Pantai Takari di Duga Tercemar Limbah TI Apung Dan Sampah Yang Berserakan di Sepanjang Bibir Pantai

Caption foto :  Sampah berserakan berserakan di sepanjang bibir pantai takari, akibat aktifitas TI apung , Minggu (14/7).

Laporan wartawan okeybozz.com Adityawarman
OKEYBOZZ.COM , SUNGAILIAT — Pantai Takari yang berlokasi di desa Rebo , Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka , yang dulu air lautnya biru serta pantai pasir yang putih bersih , ramai dikunjungi  warga untuk menikmati keindahan wisata , tak lagi seperti yang dibayangkan.
Pasalnya , pantai yang penuh ditumbuhi pohon cemara tersebut tak seperti dulu lagi , karena rusak oleh keberadaan Tambang Inkonvensional (TI) apung yang beroperasi tak jauh dari bibir pantai takari.
Pantauan okeybozz.com aktifitas TI apung yang beroperasi tak jauh dari bibir pantai tersebut sangat mengganggu pemandangan dan merusak ekosistem laut disekitar.
Tak hanya itu dampak dari penambanganan tersebut sampah – sampah kayu berserakan serta limbah dari TI apung seperti  cairan oli bekas membuat air laut berubah warna menjadi coklat kehitam-hitaman.
Tak sedikit pengunjung pantai takari yang mengeluh karena kondisi wisata di desa Rebo tersebut yang diduga sudah tercemar limbah TI apung.
Ketua Tim Pengelola Pantai Takari Suhardi didampingi wakil ketua Toyib kepada okeybozz.com mengatakan sangat menyesalkan adanya aktifitas TI apung di dekat wilayah wisata , karena akan merusak destinasi wisata pantai, selain itu limbahnya akan mencemari lokasi wisata serta sampah yang berserakan dari aktifitas penambangan timah tersebut.
” kami sangat menyesalkan ada TI apung beroperasi disini , karena akan merusak wisata pantai takari , selain itu air laut berubah warna menjadi coklat kehitam-hitaman karena limbahnya, lumpur disepanjang bibir pantai dan sampah yang berserakan membuat para pengunjung tidak nyaman ,” Ujar Suhardi.
Senada ditambahkan Toyib , kami sebenarnya tidak setuju ada TI apung beroperasi disini ( Pantai Takari – red), tetapi karena pengurus/panitia penambangan mengatasnamakan untuk pembangunan masjid , kami tak bisa berbuat banyak untuk melarang,” keluh Toyib.
Selain itu ibu Dewi (34 th) pengunjung Pantai Takari ketika ditemui okeybozz.com mengeluh saat anaknya mandi  karena air yang berwarna kecoklatan dan bau lumpur serta sampah yang berserakan.
” Airnya kotor dan bau lumpur serta banyak sampah kayu , anak ku kakinya sampai kena paku ketika mandi air laut tadi pak,” Pungkas ibu yang di temani dua anaknya ini.
(Okeybozz.com/ Adityawarman)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed