
Caption : Firdaus alias Iwan, dengan ramah menawarkan daging ayam dagangannya, kepada pembeli di pasar Batu Belubang kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah, Senin (8/4/2024).( foto aditya/okeyboz.com)
Penulis: Aditya.
OKEYBOZ.COM, PANGKALPINANG –
Matahari hari belum lah muncul dari Cakrawala, tapi Firdaus saban hari sudah bergelut dengan ayam potong miliknya, bercelana jingkrak dan bersepatu bot karet, Dia mulai menjagal ayam satu persatu miliknya untuk siap dijual.
Sejurus kemudian, Iwan Ayam nama panggilan Firdaus mulai menawarkan daging ayam kepada para pembeli mengulangi kesibukannya di Pasar Desa Batu Belubang kecamatan Pangkalan Baru.
Saat di bincangi media okeyboz.com grup, Senin (8/4/2024), hari itu Iwan merasa sangat khawatir, daging ayam miliknya yang sudah dibersihkan dari bulu – bulunya belum banyak terjual.
Senyum yang biasa melebar karena dagangan cepat terjual di satu pekan sebelumnya, kini raut wajah sedih itu terpancar dikala kondisi sekarang sepi pembeli.
Memiliki lapak jualan berukuran 1 x 3 meter di Pasar Batu Belubang kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah.
Iwan katanya, bisa menjual 300 kilogram daging ayam per hari dengan harga Rp 30 ribu/kilo, yang dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya serta beberapa Pekerja.
Namun, menjelang lebaran idul fitri situasi yang sangat berbeda dari yang biasa terjadi. Ekonomi sangat menurun, pedagang ayam sepi pembeli.
Sementara harga jual ayam naik Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogramnya. Sebelumnya bisa menjual 300 kilogram per hari, kini hanya separuhnya saja.
Tapi bapak dua orang anak ini tetap bersukur dan tak pernah menyerah selama 17 tahun menjadi pedagang daging ayam.
Kondisi seperti ini, ujar Iwan, sudah sering mereka alami, namun mau gimana lagi, tetap harus dijalani demi memenuhi kebutuhan keluarga tercinta.
” Ekonomi sekarang anjlok, pembeli sepi, mungkin pengaruh dari kondisi pertambangan timah saat ni bang,” ujarnya.
Sebelum berdagang di Pasar Batu Belubang, Iwan lebih dulu berjualan ayam di Pasar Benteng, sejak subuh dia sudah menjajakan ayam dilapak miliknya.
Tapi siapa sangka, disela – sela kesibukannya sebagai penjual ayam, dari subuh hingga matahari meninggi, pemilik nama asli Firdaus ini, seorang pemain sepakbola aktif di salah satu klub lokal Pangkalpinang.
” Sore ni yoo main bola, lanjutan liga ramadhan di lapangan jagung,” tukas Iwan sembari memotong – motong daging ayam yang belum terjual. (Aditya / okeyboz.com).
Tidak ada komentar