Dwi Aryani
Agribisnis
Universitas Bangka BelitungOKEYBOZ.COM, OPINI — Kelapa sawit sering disebut sebagai “emas hijau” telah menjadi komoditas strategis bangsa Indonesia. Tanaman ini tidak hanya memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian, tetapi juga menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat, terutama di daerah pedesaan.
Sawit merupakan pemacu perekonomian rakyat di Bangka Belitung . Bahkan dihimbau kepada masyarakat untuk melakukan kemitraan dan menanam sawit di pekarangan sekitar rumah. Bagi masyarakat Bangka Belitung khususnya di daerah pedesaan, kelapa sawit menjadi sumber pendapatan utama penjualan bawah sawit memberikan penghasilan yang stabil dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Industri kelapa sawit membuka banyak peluang kerja, mulai dari petani, pekerja perkebunan, hingga karyawan pabrik pengelolaan. Hal ini sangat membantu mengurangi angka pengangguran di daerah.
Saat ini tercatat total luas perkebunan sawit di Kabupaten Belitung Timur mencapai 62.064,67 Ha. Jumlah tersebut sudah mencakup perkebunan swasta (49.682,64 Ha), plasma atau kemitraan (6.519,38 Ha), dan rakyat (5.862,65 Ha). Tercatat ada sembilan perusahaan sawit di Kabupaten Belitung Timur. Salah satunya adalah PT Sahabat Mewah Makmur (SMM) yang merupakan anak perusahaan dari PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Tbk. Kelapa sawit telah membuktikan perannya yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bangka Belitung. Namun, keberlanjutan sektor ini harus tetap menjadi perhatian utama agar manfaatnya dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Tidak ada komentar