Caption: Screenshot link LPSE Pangkalpinang.
OKEYBOZ.COM, PANGKALPINANG, — Web pengumuman lelang di Pemkot Pangkalpinang hilang alias kosong, terutama yang berkaitan dengan pengumuman lelang https://lpse.pangkalpinangkota.go.id/eproc4/lelang/3208096/pengumumanlelang.
Pengumuman proyek yang hilang ini adalah Proyek Penanganan Long Segment Jalan di Kompleks Pasir Padi (DAK) yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang.
Gara-gara hilangnya pengumuman pemenang proyek ini telah menjadi pusat perhatian masyarakat Pangkalpinang dan sekitar.
Sekda Kota Pangkalpinang Mie Go yang dikonfirmasi media ini, Minggu (25/8/2024), menyuruh media ini menanyakan langsung ke Kepala UKPBJ dan Dinas PURP.
“Waalaikumsalam, bisa langsung ke Kepala UKPBJ atau ke Dinas PUPR ya..tkz,” jawab Mie Go.
Proyek ini dalam tahap pengerjaan oleh kontraktor pelaksana CV Cintia Putri Pratama yang menelan anggaran sebesar Rp 5,2 miliar.
Melihat kondisi ini, sebagian masyarakat bersepekulasi bahwa adanya indikasi kecurangan dalam proses lelang dan adanya pengkondisian terhadap proses lelang.
Informasi yang di dapat media ini bahwa ada 15 perusahaan yang ikut lelang. Namun 14 perusahaan ini dikondisikan oleh pihak panitia lelang.
Hal ini, bisa dilihat atau dicek di website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Pangkalpinang yang hilang begitu saja seperti adanya kesengajaan Dinas Pengerjaaan Umum (PU) Kota Pangkalpinang untuk menghilangkan siapa nama pemenang di website tersebut.
Sangat disayangkan, proyek mahal yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 dengan nomor kontrak 01/SPK/PUPR-BM/APBD/2024/TANGGAL 02 JULI 2024 yang dimulai pada 02 Juli 2024 dan tanggal selesai 28 November 202.4 mendatang ini tidak ada keterbukaan terhadap publik.
Agus Salim selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saat dikonfirmasi Tim Journalis Bangka Belitung Bergerak (Jobber) melalui pesan singkat watshap pribadinya sampai saat ini belum merespon dikarenakan masih berconteng satu yang artinya belum aktif.
Pantauan media ini di lokasi pada Minggu (25/8/2024), sebagian proyek ini sudah dikerjakan.
Terlihat sisi kiri dan kanan jalan sudah disemen. Lebar semen baru di sisi jalan ini sekitar 50 cm. Hanya saja, terlihat di lapangan bagian bawah atau landasan semen ini hanya pasir dan tidak dipadatkan. Sehingga rawan terkelupas jika musim hujan tiba nanti.
“Kelihatannya asal jadi orang ini mengerjakannya, masa’ sih cara mengerjakannya seperti ini dengan anggaran yang besar itu,” singgung Topan salah satu wisatawan yang ditemui media ini di Pasir Padi Pangkalpinang, Minggu (25/8/2024) siang.
Topan menilai pengerjaan yang dilakukan tidak rapi dan terkesan rapuh, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kualitas akhir dari proyek ini.
“Ngak tau la tahan berapa lama proyek ini, kalau di cor si di cor tapi tidak tau la bertahan berapa lama, hanya di siram dengan gabungan adukan semen dan batu cor lalu diratakan dengan bibir jalan biar sejajar dengan jalan, seharusnya ini ngak perlu pakai anggaran sebesar itu, tapi ngak tau la cerudik dengan urusan orang,” tambah Topan. (Ical/OB
Tidak ada komentar