Hadiah Turnamen Sepakbola Dukong Cup 1 Belum Dibayar, Panitia Bakal Dilapor ke Polisi

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Mar 2025 15:39 53 Admin

Caption: Pada Selasa (18/3/2025), perwakilan dari tiga tim juara – Calimoa FC (Nurdin dan Donex), Aik Pelempang FC (Mamat), dan Pormega FC (Kusdian) mendatangi kantor Desa Dukong.

Laporan: Dhee / Editor: Aditya.

OKEYBOZ.COM, BELITUNG – Polemik pembagian hadiah Turnamen Sepakbola Dukong Cup 1 tahun 2024 terus bergulir tanpa kejelasan.

Meski telah menunggu lebih dari tiga bulan sejak turnamen berakhir, hadiah bagi empat tim juara belum juga diserahkan oleh panitia penyelenggara,

Hal ini semakin memancing kekecewaan mendalam di kalangan para pemenang.

Turnamen yang berlangsung sejak 14 Desember 2024 di Lapangan Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, ini diikuti oleh 20 tim dengan total hadiah Rp14 juta.

Juara 1, Calimoa FC, dijanjikan hadiah Rp5 juta; Juara 2, Bhayangkara FC, Rp4 juta; Juara 3, Aik Pelempang FC, Rp3 juta; dan Juara 4, Pormega FC, Rp2 juta. Namun hingga kini, hadiah tersebut belum juga diterima.

Selain bonus tim juara, sebelumnya panitia juga menjanjikan bonus bagi Top Score dan kiper terbaik senilai masing-masing 500 ribu per gelar yang juga kian tak jelas.

Pada Selasa (18/3/2025), perwakilan dari tiga tim juara – Calimoa FC (Nurdin dan Donex), Aik Pelempang FC (Mamat), dan Pormega FC (Kusdian) mendatangi kantor Desa Dukong.

Mereka meminta mediasi dengan panitia pelaksana melalui Kepala Desa Dukong, Min Tet, S.I.P. Bhayangkara FC berhalangan hadir dalam pertemuan ini.

Kepala Desa Min Tet, yang menerima kedatangan mereka, mengaku terkejut atas polemik ini. Ia menegaskan bahwa turnamen tersebut bukanlah program desa, melainkan sepenuhnya dikelola oleh panitia independen, yakni Agus Afandi (Dado) Ketua Panitia, Rick (Baim), dan Ardiansyah (Oncel) dan Fadlie.

“Sebenarnya turnamen ini bukan kegiatan dari desa Dukong. Kami sangat menyayangkan serta menyesalkan kejadian yang tidak seharusnya ini terjadi. Desa hanya memfasilitasi tempat untuk Technical Meeting,” ujar Min Tet.

Meski demikian, ia berkomitmen untuk memfasilitasi pertemuan antara panitia pelaksana dan para juara demi mencari solusi terbaik.

Pertemuan pertama yang digelar di kantor Desa Dukong pada Selasa membawa harapan besar bagi para juara.

Namun pada Rabu (19/3/2025), ketika pertemuan kembali dijadwalkan, tidak ada satu pun panitia pelaksana yang hadir. Hal ini semakin memperburuk situasi dan memancing kekecewaan.

“Dak de niat baik rupe e biak-biak ini. Nak nyarik kesakitan benar rupe e,” ujar Donex, perwakilan Calimoa FC, dengan nada emosi.

Fadlie, Kadus 2 Desa Dukong yang juga salah satu panitia, saat dihubungi melalui telepon mengaku telah menyampaikan pesan kepada Dado dan Baim. Namun, ia sendiri tidak hadir dengan alasan kesehatan.

Setelah dua kali gagal bertemu dengan panitia, para juara akhirnya sepakat untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Langkah ini mereka ambil dengan harapan panitia akan segera memenuhi tanggung jawabnya.

Kami sudah berusaha mencari solusi damai. Tapi jika terus seperti ini, kami akan menempuh jalur hukum agar hak kami sebagai juara bisa didapatkan,” tegas Donex.

Polemik ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, khususnya dalam mengelola turnamen olahraga. Transparansi, tanggung jawab, dan kontrak tertulis yang jelas menjadi hal mendesak untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan. (Dhee/okeyboz)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!