
PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Kegiatan Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKISAH) ke-6 tahun 2026 kembali digelar dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kurniawan. Turut hadir perwakilan pemerintah daerah, akademisi perguruan tinggi, perwakilan Bank Indonesia, serta unsur sektor perbankan. Hadir pula Ketua MUI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid, M.Ag.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pemutaran video dari Bank Indonesia yang menampilkan perkembangan ekonomi dan keuangan sosial syariah sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kurniawan menegaskan pentingnya penguatan ekonomi dan keuangan syariah sebagai pilar pembangunan daerah.
“Pengembangan ekonomi syariah harus didorong melalui sinergi lintas sektor, baik pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, maupun pelaku usaha. Transformasi digital juga menjadi kunci untuk memperluas akses dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menekankan bahwa BEKISAH ke-6 merupakan wujud nyata kolaborasi yang terus terjalin.
“Penyelenggaraan BEKISAH ini menjadi bukti sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan. Bank Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui penguatan UMKM halal, digitalisasi sistem pembayaran, serta optimalisasi keuangan sosial syariah seperti zakat, infak, dan wakaf,” ungkapnya.
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai syariah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tidak ada komentar