
Maskapai asal Singapura, Singapore Airlines, memutuskan untuk menangguhkan penerbangan menuju Dubai hingga 30 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap gangguan operasional penerbangan yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataannya, maskapai menyebut situasi geopolitik yang tidak stabil turut berdampak pada rute penerbangan lain, mengingat kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu. Singapore Airlines sendiri telah menghentikan sementara layanan ke kawasan Timur Tengah sejak 28 Februari lalu.
Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan akan diberikan opsi untuk dialihkan ke jadwal penerbangan alternatif atau mengajukan pengembalian dana penuh untuk tiket yang tidak terpakai. Bagi pelanggan yang membeli tiket langsung melalui maskapai, pengajuan dapat dilakukan secara online. Sementara itu, penumpang yang memesan melalui agen perjalanan atau mitra maskapai disarankan menghubungi pihak terkait.
Konflik yang berlangsung juga berdampak luas pada industri penerbangan global. Puluhan ribu penerbangan dilaporkan telah dibatalkan sejak pecahnya ketegangan AS-Iran. Sejumlah maskapai terpaksa menghindari wilayah udara di sekitar Iran dan area konflik lainnya, sehingga rute penerbangan menjadi lebih panjang, konsumsi bahan bakar meningkat, serta biaya operasional membengkak.
Selain itu, pembatasan ketat di sejumlah wilayah udara Timur Tengah menyebabkan pengurangan jadwal penerbangan. Untuk menekan kerugian, sejumlah maskapai mulai mengalihkan fokus ke rute Asia dengan menambah frekuensi penerbangan ke berbagai kota.
Maskapai besar seperti British Airways, Air France, dan Lufthansa Group dilaporkan meningkatkan layanan ke destinasi seperti Singapura dan Bangkok. Air France juga menambah penerbangan menuju Delhi, India.
Tidak ada komentar