
PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Kota Pangkalpinang berhasil mengukir prestasi gemilang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini menduduki peringkat kedua dari 96 kota di Indonesia dalam hal keberhasilan penanganan inflasi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, menyampaikan hal tersebut usai mewakili Wali Kota dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri RI secara virtual di Smart Room Center (SRC), Selasa 5 Mei 2026.
”Kota Pangkalpinang mendapatkan peringkat 2 dari 96 kota di Indonesia. Angka pengendalian inflasi kita berada di level 0,78 persen,” ujar Juhaini.
Dalam rapat yang dipimpin oleh Sekjen Kemendagri, Komjen Tomsi Tohir, terungkap bahwa terdapat perbedaan tren pemicu inflasi antara kondisi nasional dengan Kota Pangkalpinang.
Jika secara nasional inflasi sebesar 2,42 persen didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kondisi di Pangkalpinang justru menunjukkan arah yang berbeda.
“Di Pangkalpinang, inflasi didominasi oleh kelompok transportasi dengan tingkat inflasi 0,46 persen. Sementara untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau hanya menyumbang 0,16 persen,” jelas Juhaini.
Menariknya, sektor pendidikan di Pangkalpinang justru mengalami deflasi sebesar 0,46 persen. Menurut Juhaini, hal ini merupakan dampak positif dari kebijakan Pemerintah Provinsi yang membebaskan iuran pendidikan, sehingga menekan biaya pengeluaran masyarakat di sektor tersebut.
Terkait kenaikan di sektor transportasi, Juhaini menjelaskan bahwa hal tersebut linear dengan kondisi nasional, yakni dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang memantau 357 paket komoditas, terdapat tiga komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kota Beribu Senyuman saat ini Daging Ayam, Angkutan Udara dan Emas Perhiasan.
”Kenaikan harga avtur sangat mempengaruhi nilai inflasi secara keseluruhan di sektor transportasi. Namun, secara umum, kita masih sangat terkendali dibandingkan rata-rata nasional,” tambahnya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan rutin guna menjaga daya beli masyarakat. Rapat rutin bersama Kemendagri menjadi salah satu instrumen penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.
Dengan pencapaian peringkat kedua nasional ini, Pangkalpinang diharapkan dapat terus konsisten menjaga harga kebutuhan pokok dan menekan laju inflasi di tengah fluktuasi ekonomi global.
Tidak ada komentar