Didit Srigusjaya: Pengurus Ranting adalah Ujung Tombak Kemenangan PDI Perjuangan

waktu baca 2 menit
Minggu, 14 Jun 2026 17:48 21 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Sebanyak 294 pengurus Ranting PDI Perjuangan se-Kota Pangkalpinang resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2030 dalam rangkaian kegiatan Pendidikan Politik dan Pelantikan yang berlangsung di Kantor DPD PDI Perjuangan Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (14/6/2026). Ketua DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menegaskan bahwa pengurus di tingkat paling bawah ini menjadi tulang punggung sekaligus ujung tombak keberhasilan partai.

Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus DPC, PAC, kader, serta ratusan pengurus Ranting dari tujuh kecamatan itu turut dihadiri Sekretaris DPD Imam Wahyudi, Walikota Pangkalpinang Saparudin, dan Wakil Walikota Dessy Ayutrisna, kader yang berhasil memenangkan Pilkada 2025.

Dalam sambutannya, Didit menyampaikan dua pesan utama yang harus dijalankan pengurus baru. Pertama, menjaga kesatuan, kebersamaan, dan kekompakan.

Ia mengibaratkan organisasi bagaikan pohon, meski bagian atas dan tengah terguncang, jika akarnya kokoh maka pohon akan tumbuh kuat. Sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat, sikap dan perilaku pengurus Ranting sangat menentukan penilaian publik terhadap partai.

“Jika perilaku kita baik, nama baik partai terangkat, jika buruk, dampaknya juga terasa bagi kita bersama,” tegasnya.

Kedua, menguatkan kekuatan dari lingkungan terdekat terlebih dahulu. Didit meminta agar setiap pengurus menghimpun dukungan dari keluarga dan kerabat sebelum menjangkau pihak luar, serta melengkapinya dengan administrasi yang rapi.

“Jangan sibuk mencari dukungan luar sementara potensi di dalam terabaikan. Kekuatan dari dalam adalah modal utama kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak memahami makna filosofis lambang Banteng yang menjadi identitas perjuangan. Banteng memiliki sifat tidak lari saat menghadapi badai sebesar apa pun dan tetap patuh pada arahan pimpinan, berbeda dengan hewan lain yang cenderung menghindar dari bahaya. Semangat inilah yang harus dimiliki kader, tidak pernah mundur, berani menanggung risiko, dan terus melangkah hingga tujuan tercapai.

“PDI Perjuangan bukan sekadar partai politik. Ia lahir dari sejarah panjang perjuangan, pernah menghadapi tekanan dan pengasingan, namun tetap bertahan berkat kebersamaan dan dukungan rakyat,” tambah Didit.

Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi, namun jangan dibawa ke dalam hati. Setelah sepakat pada ideologi Pancasila, semangat Marhaenisme, dan tujuan menjaga keutuhan NKRI, segala perbedaan harus disatukan kembali.

“Jika akar di tingkat Ranting sudah goyah, maka seluruh jajaran di atasnya pun akan terguncang,” katanya.

Didit juga menyinggung kondisi perekonomian daerah, terutama anjloknya harga kelapa sawit yang berdampak pada daya beli masyarakat.

Ia menegaskan partai akan terus berada di garis depan memperjuangkan aspirasi warga. Selain itu, ia mengimbau agar komunikasi politik dibangun secara luas lintas unsur, serta meminta segera dibentuk organisasi sayap partai di tingkat kota untuk memperluas jangkauan perjuangan.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!