Saparudin Pastikan BPRS Babel Kembali Sehat: Raih Opini WTP dan Bukukan Laba Rp2,9 Miliar

waktu baca 2 menit
Selasa, 16 Jun 2026 00:00 3 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Setelah melewati masa pemulihan selama lima tahun, PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bangka Belitung kini menunjukkan kinerja yang membaik secara signifikan. Bank milik daerah ini berhasil meraih status sehat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), serta membukukan laba sebesar Rp2,9 miliar pada tahun buku 2025.

Kabar positif ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa 2026 yang digelar di Aston Emidary Hotel Pangkalpinang, Senin (15/6/2026). Rapat dihadiri para pemegang saham, termasuk Pemerintah Kota Pangkalpinang selaku pemegang saham pengendali terbesar.

Saparudin sekaligus pemegang saham pengendali, Saparudin menegaskan bahwa perjalanan pemulihan yang dijalani telah membuahkan hasil nyata. Hasil audit akuntan publik menunjukkan pengelolaan keuangan berjalan transparan dan akuntabel.

“Alhamdulillah, laporan keuangan dan kinerja BPRS Babel tahun ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kami telah menerima laporan dengan opini WTP, dan OJK pun telah menetapkan status bank ini sebagai sehat. Kondisi permodalannya juga sudah memenuhi standar yang ditetapkan,” ujar Saparudin.

Meskipun demikian, ia menyampaikan bahwa untuk tahun 2026 ini para pemegang saham sepakat tidak melakukan penambahan modal baru.Keputusan ini diambil karena kecukupan modal yang ada dinilai masih mampu mendukung operasional dan pengembangan bisnis secara optimal.

“Kami lihat modal yang ada sudah cukup kuat untuk menjalankan usaha. Fokus kita saat ini adalah menjaga kinerja agar terus membaik, jangan sampai kembali menurun. Pemerintah Kota akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan secara ketat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Babel, Chairul Ichwan, menjelaskan bahwa kondisi sehat yang dicapai bukanlah hasil instan. Selama lima tahun terakhir, bank ini menghadapi tantangan berat pasca pandemi 2020, yakni tingginya pembiayaan bermasalah dan rasio permodalan yang sempat berada di bawah ketentuan regulator.

Berbagai langkah pembenahan dilakukan secara bertahap, terutama memperketat prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana dan memperkuat manajemen risiko, tanpa bergantung pada suntikan modal besar.

“Kini rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum sudah berada di atas standar. Kami berhasil membukukan laba Rp2,9 miliar. Ini bukti bahwa pemulihan berjalan sesuai rencana,” ungkap Chairul.

Dengan fondasi yang semakin kokoh, BPRS Babel kini menatap masa depan dengan optimisme. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa tata kelola yang baik dan strategi yang tepat mampu mengembalikan kepercayaan serta memulihkan kinerja lembaga keuangan daerah demi melayani masyarakat dan pelaku usaha di Bangka Belitung.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!