Enam Ton Timah di Amankan Dekat Mako Brimob : Ada Dugaan Jaringan Penyelundupan

waktu baca 3 menit
Rabu, 24 Jun 2026 13:16 23 iwan okeyboz

Oleh: RADAKBABEL

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Penggerebekan sebuah lokasi peleburan timah yang hanya berjarak sekitar 600 meter dari Markas Kompi Brimob di wilayah Sungailiat, Kabupaten Bangka, memunculkan pertanyaan besar masyarakat.

Bagaimana aktivitas pengolahan dan pengiriman timah dalam jumlah besar itu bisa berlangsung tanpa terdeteksi?

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasi Intel Korem 045 Garuda Jaya pada Jumat (19/6/2026) dini hari itu berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah fantastis, yakni sekitar enam ton pasir timah, puluhan batang timah balok siap kirim, serta sebuah mobil yang telah dimodifikasi untuk mengangkut hasil peleburan.

Kasus ini kini berkembang menjadi lebih dari sekadar penindakan terhadap tambang ilegal. Di balik penangkapan tersebut, muncul dugaan adanya jaringan yang lebih besar, termasuk isu keterlibatan oknum aparat dan dugaan adanya pihak yang dijadikan “tumbal”.

 

Pengintaian Berjam-jam

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radakbabel, tim gabungan menerima laporan pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, aparat tidak langsung melakukan penindakan.

Tim memilih melakukan pengintaian dan menduduki lokasi sekitar pukul 23.30 WIB. Karena faktor cuaca dan pertimbangan taktis, penggerebekan baru dilakukan pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.

Saat digerebek, aktivitas peleburan disebut masih berlangsung.

Dari lokasi, petugas menemukan 18 batang timah balok jadi. Pengembangan kemudian dilakukan dan mengarah pada sebuah mobil LGX yang telah dimodifikasi.

Di dalam bagasi kendaraan tersebut, petugas kembali menemukan 65 batang timah balok siap kirim.

Setiap batang timah balok diperkirakan memiliki berat sekitar 25 kilogram. Jika dikalkulasikan, puluhan balok itu saja sudah mencapai hampir dua ton timah siap edar, belum termasuk sekitar enam ton pasir timah yang turut diamankan.

Seluruh barang bukti kemudian dibawa dan diamankan di Gudang Barang Bukti Sungailiat.

 

Hanya 600 Meter dari Mako Brimob

 

Fakta yang paling menyita perhatian adalah lokasi peleburan tersebut berada sangat dekat dengan Markas Brimob.

Jarak yang diperkirakan hanya sekitar 600 meter dari markas aparat itu memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap aktivitas pertambangan dan peleburan ilegal di kawasan tersebut.

Peleburan timah bukanlah aktivitas yang sunyi. Prosesnya membutuhkan bahan bakar, kendaraan pengangkut, pekerja, serta aktivitas keluar-masuk material dalam jumlah besar.

Karena itu, sejumlah pihak mempertanyakan bagaimana aktivitas tersebut bisa berlangsung hingga menghasilkan berton-ton timah sebelum akhirnya digerebek.

Informasi yang berkembang di lapangan menyebut lokasi peleburan diduga milik seseorang yang dikenal dengan nama Hen Batako.

Namun, sumber yang mengetahui penanganan kasus tersebut menyebut nama lain juga mulai disebut-sebut, termasuk dugaan adanya oknum aparat yang disebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut.

Belum ada konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum mengenai kebenaran informasi tersebut.

Yang menarik, muncul pula dugaan bahwa sosok yang kini diamankan hanyalah pihak yang dikedepankan atau dijadikan “tumbal”, sementara aktor utama di balik jaringan perdagangan timah ilegal itu belum tersentuh.

Dugaan tersebut tentu membutuhkan pembuktian melalui proses penyidikan yang transparan dan profesional.

Penemuan puluhan batang timah balok siap kirim mengindikasikan bahwa aktivitas ini bukan sekadar peleburan skala kecil.

Ada dugaan kuat bahwa timah tersebut telah memasuki rantai perdagangan yang lebih terorganisasi, mulai dari penambangan, pengumpulan pasir timah, peleburan, hingga distribusi keluar daerah.

Modifikasi pada kendaraan yang digunakan untuk mengangkut timah balok juga mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk mengelabui aparat.

Karena itu, publik kini menunggu keberanian aparat untuk mengusut kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk menelusuri siapa pemilik sebenarnya dari enam ton timah tersebut?,

Ke mana puluhan batang timah balok itu hendak dikirim?, Siapa yang membiayai aktivitas peleburan? Apakah benar ada oknum yang memberikan perlindungan?

Dan benarkah pihak yang ditangkap hanya menjadi “tumbal” dalam jaringan yang lebih besar?.

Tim Radakbabel masih terus mengumpulkan sejumlah fakta di lapangan, termasuk nama dan institusi yang terlibat dalam jaringan peleburan illegal timah ini, dan juga oknum yang membekingi penyelundupan pengiriman balok lempengan timah dari hasil peleburan illegal. (Rdk)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!