MSP Raih Penghargaan PROPER Emas dan Green Leadership PROPER dari KLH

waktu baca 3 menit
Rabu, 24 Jun 2026 11:45 10 wiwik okeyboz

Caption : Presiden Direktur PT Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo menerima penghargaan Green Leadership Proper dalam acara Anugrerah Lingkungan Proper di Sasono Langen Budoyo, TMII, JakartaJAKARTA, OKEYBOZ.COM – PT Mitra Stania Prima (MSP), unit usaha pertambangan timah di bawah ARSARI Tambang, meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus, PROPER Emas 2025 dan Green Leadership PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam Anugerah Lingkungan PROPER di Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Penghargaan emas diterima Komisaris MSP Harwendro Adityo Dewanto, sedangkan penghargaan kepemimpinan hijau diberikan kepada Direktur Utama ARSARI Tambang Aryo P. S. Djojohadikusumo.

Pencapaian ini menempatkan MSP sebagai salah satu perusahaan tambang yang terbukti menjalankan pengelolaan lingkungan melampaui standar kepatuhan dasar, tak sekadar memenuhi aturan, tetapi menghadirkan inovasi nyata bagi alam dan masyarakat sekitar wilayah operasional di Sungailiat, Kabupaten Bangka.

“Produk MSP 100 persen diekspor ke luar negeri untuk merek seperti Microsoft, Apple, hingga Nvidia yang menuntut standar lingkungan sangat ketat. Alhamdulillah kami lolos syarat PROPER Emas, artinya standar penjagaan lingkungan kami sudah setara tertinggi di Indonesia,” ujar Aryo.

Ia menjelaskan dampak langsung dirasakan warga: udara makin bersih dan air bebas pencemaran. Hal ini menjadi langkah nyata menuju sasaran net nol emisi. Bahkan, tahun depan perusahaan menargetkan penggunaan energi terbarukan 100 persen di fasilitas peleburan.

“Perubahan besar dilakukan lewat transformasi energi, beralih dari bahan bakar solar ke listrik bersertifikat Energi Terbarukan PLN, memakai tanur listrik ramah lingkungan, mengganti tungku pantul lama, hingga mengurangi ketergantungan pada alat berat berbahan bakar fosil,” jelasnya.

Sebagai wujud kepedulian pada nilai ekonomi karbon, perusahaan juga membeli 1.000 kg pengurangan emisi karbon yang tercatat resmi dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim.

“Tak hanya lingkungan, aspek sosial pun menjadi fokus lewat program ARSARI berbasis ekonomi sirkular, Limbah kelapa diolah menjadi biochar dan asap cair pakai teknologi pembakaran tertutup,” tuturnya.

Empat kelompok warga peserta kini menikmati kenaikan pendapatan rata-rata Rp1,5–Rp1,9 juta sebulan.

Program sekaligus memangkas emisi hingga 80 ton karbon dioksida setara dan membantu memulihkan 72 hektare daerah aliran sungai. Beroperasi sejak 2013 di kawasan Air Kantung, Sungailiat, MSP mengelola rantai usaha penuh dari penambangan hingga peleburan. Hasil timah merek MSP sudah tercatat resmi di Bursa Logam London, tanda mutu dan standar global yang diakui dunia internasional.

“Penghargaan ini bukan sekadar pujian, melainkan janji moral menjalankan usaha bertanggung jawab. Integritas jadi kunci, program tak berhenti saat aturan terpenuhi, tapi terus memberi manfaat jangka panjang bagi alam dan masyarakat,” tegas Aryo.

Di tengah tekanan dunia industri agar usaha ekstraktif makin bertanggung jawab, capaian MSP membuktikan pertambangan timah dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakat setempat.

“Ke depan, tantangan makin terbuka, terus meningkatkan standar hijau, memperluas inovasi, dan menjaga keberlanjutan dalam setiap langkah usaha,” Pungkas Aryo.(OB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!