PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Sejarah baru terukir di dunia organisasi profesi pemerintahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin secara resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) periode 2026–2031, menjadi kepengurusan pertama yang berdiri di daerah ini. Acara berlangsung Sabtu (11/7/2026) di ruang pertemuan balai betason Kantor Wali Kota Pangkalpinang, didampingi Wakil Wali Kota, Dessy Ayutrisna.
Pelantikan sekaligus seminar ini dihadiri sekitar 200 peserta, meliputi jajaran pengurus baru, unsur Forkopimda, perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta akademisi. Mengusung tema “Desain Pemilu dan Pilkada Untuk Memperkuat Pemerintahan yang Governability dan Otonomi Daerah”, kegiatan ini juga menghadirkan Peneliti Utama di Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro sebagai pembicara utama.
Dalam sambutannya sebagai ketua baru, Saparudin mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas hadirnya MIPI di Babel. Ia mengakui masih banyak belajar namun berkomitmen menjalankan organisasi sesuai aturan yang berlaku.
“Kami merasa sangat bahagia MIPI akhirnya hadir di tanah Babel. Ini kepengurusan pertama, oleh karena itu kami mohon bimbingan dari Pengurus Pusat. Saya sudah mempelajari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, dan kami berjanji akan mematuhinya sepenuhnya,” ujar Saparudin.
Ia kemudian menyampaikan perumpamaan yang mendalam tentang makna pemerintahan, “Negara ini bagaikan sebuah kapal. Pemerintah adalah nakhoda, masinis, dan seluruh awak kapalnya, sedangkan rakyat adalah penumpang yang menaruh harapan besar agar selamat, terlindungi, dan terlayani dengan baik. Maka, kita wajib memastikan memiliki kemampuan serta integritas tinggi untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, sesuai standar good governance.”
Sebagai langkah awal, Saparudin berencana segera menggelar rapat kerja untuk menyusun program, baik yang menjadi amanah pusat maupun inovasi khas daerah.
Ia juga mengajak seluruh elemen mulai dari akademisi hingga praktisi pemerintahan untuk bergabung dan berkontribusi, meningkatkan kemampuan dan profesionalisme hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Sementara itu, Ketua Umum MIPI sekaligus Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengapresiasi semangat pengurus baru.
Ia menegaskan MIPI adalah wadah netral yang lahir dari musyawarah para pakar, bukan kontestasi politik.
“Perjalanan karir saya dari Kepala Desa hingga Gubernur berkat bekal ilmu pemerintahan. Jika nakhoda tidak paham cara mengemudikan kapal, penumpang tidak akan selamat. Semoga MIPI Babel melahirkan pemimpin yang mengabdi sepenuhnya untuk rakyat,” pesan Anwar Hafid.(OB/W*)
Tidak ada komentar