JAKARTA, OKEYBOZ.COM – PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan melalui *Alignment Forum Program Listrik Desa* sebagai upaya mempercepat pemerataan akses listrik di Indonesia. Program ini didukung anggaran tahap pertama tahun 2026 sebesar Rp10,3 triliun dari pemerintah.
Plt. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan pentingnya validasi data agar Program Listrik Desa tepat sasaran. Pelaksanaannya juga akan dikawal bersama BPKP dan Kejaksaan untuk memastikan akuntabilitas.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan Program Listrik Desa bukan hanya membangun jaringan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Hingga April 2026, PLN telah menghadirkan akses listrik di 1.403 lokasi yang melayani 40.724 rumah tangga melalui pendanaan APBN. Hingga akhir tahun 2026, pemerintah dan PLN menargetkan program ini menjangkau 2.792 lokasi dengan potensi melayani 137.266 calon pelanggan.
Program tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah kepala daerah, di antaranya Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang menyebut jumlah desa belum berlistrik di wilayahnya turun dari sekitar 70 desa menjadi 43 desa. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan siap mendukung percepatan pembangunan kelistrikan melalui kemudahan perizinan dan koordinasi dengan PLN.
Tidak ada komentar