Penambang Rakyat Belitung Timur Berharap Harga Layak dan Penjualan Timah Lancar

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Agu 2026 15:46 78

BELITUNG TIMUR, OKEYBOZ.COM — Bagi Khairul Anam, warga Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, menambang timah menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sejak 2019, ia menggantungkan penghasilan dari aktivitas penambangan rakyat.

Namun, Khairul mengaku kondisi tambang yang semakin sulit membuat hasil produksi tidak menentu. Dalam sehari, mendapatkan tiga hingga empat kilogram timah saja kini tidak mudah. Setelah dikurangi biaya operasional, penghasilannya berkisar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per hari ketika memperoleh hasil.

“Penghasilan tidak tentu. Lokasi sekarang sudah amburadul, jadi agak susah kalau mencari tiga kilo, empat kilo itu sudah agak susah,” ujarnya.

Selain hasil produksi, harga dan kelancaran penjualan juga menjadi persoalan. Ia mengaku pernah menghadapi harga timah di kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, sementara tempat penjualan terbatas.

Menurut Khairul, ketika harga membaik, persoalan lain muncul berupa antrean karena hasil timah yang hendak dijual menumpuk. Ia berharap mekanisme penjualan dapat berjalan lebih lancar sehingga hasil tambang rakyat bisa terserap dengan baik.

“Kalau harga kita sudah bagus, sudah puas sebagai masyarakat. Harga seperti ini ekonomi juga tetap terbantu,” katanya.

Khairul berharap PT TIMAH dapat menjadi tempat penampungan hasil timah rakyat ketika mekanisme dan persyaratan memungkinkan. Ia memahami penjualan langsung ke PT TIMAH membutuhkan kelengkapan administrasi, sehingga penambang kecil umumnya harus melalui kolektor.

“Harapannya cuma itu. Dari dulu kan harus PT TIMAH yang menampung. Saya tetap pilih ke PT TIMAH karena ambil aman saja,” ujarnya.

Terkait aksi unjuk rasa yang sempat terjadi di Belitung Timur, Khairul memahami keresahan penambang yang kesulitan menjual hasil tambang. Namun, ia berharap penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan tidak anarkis.

“Unjuk rasa itu boleh, tapi tidak harus melalui anarkis seperti itu,” katanya.

Ia berharap persoalan yang terjadi dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem penjualan dan menciptakan solusi yang memberikan kepastian bagi penambang rakyat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!