ALMASTER Tegaskan Bukan Anti-PT TIMAH, tapi Pengawas dan Kontrol Sosial

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Sep 2026 16:54 4

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Aliansi Masyarakat Terzolimi (ALMASTER) Bangka Belitung menggelar aksi penyampaian aspirasi di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/9/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi sekaligus kontrol sosial terhadap persoalan pertambangan timah di Babel.

Dalam aksinya, ALMASTER menyampaikan lima aspirasi, yakni persoalan kawasan hutan di Kecamatan Lubuk, evaluasi tugas Satlap Tri Cakti dan Satgas PKH, transparansi PT TIMAH terkait mitra tambang dan harga beli pasir timah, penghentian generalisasi isu penyelundupan timah dari Belitung ke Bangka, serta kepastian hukum RUU Perampasan Aset.

Ketua ALMASTER, Muhamad Zen, menegaskan aksi tersebut bukan untuk menyerang atau mendiskreditkan PT TIMAH. Menurutnya, kritik yang disampaikan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial untuk mendorong perbaikan tata kelola pertambangan.

“Almaster tidak bermaksud menyerang, mendiskreditkan, apalagi merugikan PT TIMAH. Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus pelaksanaan fungsi kontrol sosial,” ujar Muhamad Zen.

Ia mengatakan PT TIMAH memiliki posisi strategis bagi perekonomian Bangka Belitung sehingga keberlangsungan dan peningkatan kinerja perusahaan perlu didukung. Namun, pengelolaan pertambangan juga harus dilakukan secara legal, transparan, berkeadilan dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

ALMASTER juga mendorong agar program tanggung jawab sosial perusahaan terus ditingkatkan sehingga memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Zen menambahkan, pihaknya terbuka untuk berdialog dengan PT TIMAH maupun pemerintah. Perbedaan pandangan, menurutnya, dapat menjadi bahan evaluasi apabila dibahas secara terbuka berdasarkan data dan aturan yang berlaku.

“Posisi Almaster jelas: bukan anti-PT TIMAH dan bukan anti-pertambangan. Almaster menempatkan diri sebagai pengawas, kontrol sosial sekaligus pihak yang mendukung PT TIMAH melalui kritik dan masukan konstruktif,” tegasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!