Buka Investasi Berkelanjutan, PLN dan The Climate Group Teken MoU Energi Hijau

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Okt 2026 19:51 17

JAKARTA, OKEYBOZ.COM – PT PLN (Persero) memperkuat pengembangan produk energi hijau melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan The Climate Group (RE100) dalam agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10).

Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung investasi berkelanjutan di Indonesia sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap energi hijau yang andal, transparan, dan kredibel.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dari berbagai sumber energi terbarukan, seperti panas bumi, tenaga surya, dan hidro. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun ekosistem energi berkelanjutan dan menarik investasi hijau.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pengembangan energi terbarukan menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem energi yang mampu menjawab kebutuhan investasi dan pertumbuhan industri. Melalui penyediaan energi yang andal, berkualitas, dan semakin hijau, PLN ingin mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Ia menambahkan, kebutuhan energi hijau di Indonesia terus meningkat. Pada 2025, pelanggan Renewable Energy Certificate (REC) PLN mencapai 18.715 pelanggan dengan volume 6,43 TWh, meningkat dari 7.354 pelanggan dengan volume 5,38 TWh pada 2024. Permintaan tersebut berasal antara lain dari sektor pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, makanan, serta pusat data.

Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengatakan kerja sama dengan The Climate Group yang menaungi lebih dari 400 perusahaan global melalui inisiatif RE100 akan memperkuat ekosistem energi hijau nasional sekaligus membuka peluang investasi baru.

Melalui MoU tersebut, PLN dan The Climate Group akan mengidentifikasi kebutuhan energi terbarukan perusahaan anggota RE100 di Indonesia serta mengembangkan produk energi hijau melalui studi, asistensi teknis, peningkatan kompetensi SDM, hingga kajian Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan transparansi transaksi REC.

CEO The Climate Group, Helen Clarkson, menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan utama energi terbarukan. Namun, potensi tersebut membutuhkan investasi bisnis untuk mengembangkan proyek energi bersih dan memastikan ketersediaan listrik terbarukan yang andal serta terjangkau.

“Kami sangat antusias bekerja sama dengan para anggota kami dan PLN untuk membantu mewujudkan ketahanan energi, daya saing, serta pertumbuhan ekonomi yang dapat dihadirkan oleh energi terbarukan bagi Indonesia,” pungkas Helen.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!