Bukan Sekadar Festival Musik, Melayu Ketapik di Kacung Padukan Budaya, UMKM dan Hiburan

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Okt 2026 14:38 2

BANGKA BARAT, OKEYBOZ.COM— Perpaduan budaya Melayu, kreativitas anak muda, kuliner UMKM hingga hiburan musik bakal meramaikan Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Selama tiga hari, kawasan Bintang Pratama Faram (BPF) akan menjadi pusat kemeriahan Festival Melayu Ketapik sekaligus momentum memperingati Bulan Pemuda.

Kegiatan yang digelar pada 30, 31 Oktober hingga malam puncak 1 November 2026 ini mengangkat tema Melayu Ketapik, sebagai bentuk pengenalan sekaligus upaya menghidupkan kembali kekayaan budaya masyarakat Melayu Ketapik.

Pemilihan Desa Kacung sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan bagian dari komunitas Melayu Ketapik, sehingga nuansa budaya lokal menjadi salah satu kekuatan utama festival.

Tak hanya menyuguhkan hiburan, festival ini juga menghadirkan tenda-tenda UMKM yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai wilayah di Bangka. Pengunjung dapat menikmati beragam produk kuliner dan usaha kreatif lokal sekaligus merasakan suasana festival yang memadukan tradisi dengan kreativitas generasi muda.

Beragam pertunjukan budaya dan seni juga disiapkan untuk menghibur masyarakat. Mulai dari tari kreasi budaya, pencak silat kampung hingga festival band indie akan menjadi bagian dari rangkaian acara.

Sejumlah musisi lokal turut tampil, di antaranya Klaki Band, Morning Soul, Argha Music dan Candela Band Cilik. Kehadiran musisi dari berbagai karakter tersebut diharapkan membuat suasana festival semakin semarak dan menjadi ruang bagi talenta lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Selain pertunjukan seni dan musik, kegiatan juga diisi dengan senam bersama dan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Memasuki malam puncak pada 1 November, panggung Festival Melayu Ketapik akan semakin meriah dengan penampilan sejumlah musisi yang telah dikenal luas. Trisuaka, Zinedin Zidane dan Ipank dijadwalkan tampil menghibur para pengunjung.

Kehadiran para penyanyi tersebut menjadi salah satu magnet utama bagi masyarakat untuk datang dan menikmati malam puncak festival bersama keluarga maupun komunitas.

Festival ini diselenggarakan oleh Sekaban Production, dengan Silo Sandro selaku ketua pelaksana.

Silo mengatakan, konsep kegiatan tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga ingin memberikan ruang bagi budaya lokal, pelaku UMKM dan komunitas kreatif untuk tumbuh bersama.

Semangat Bulan Pemuda menjadi bagian penting dalam pelaksanaan festival. Generasi muda diberikan ruang untuk tampil, berkarya dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang menggabungkan budaya tradisional dengan kreativitas kekinian.

Festival tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas. Budaya Melayu Ketapik diperkenalkan melalui panggung seni, sementara pelaku UMKM dan musisi lokal mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Tiga hari pelaksanaan festival pun diproyeksikan menjadi momentum untuk menikmati hiburan sekaligus mengenal lebih dekat budaya dan potensi masyarakat lokal di Desa Kacung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!