ATMH Jadi Perhatian, Saparudin Tekan Angka Penularan, Pentingnya Sinergi Lintas Sektor

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Nov 2026 11:15 27 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYVOZ.COM — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menegaskan penanganan penyakit menular tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, swasta, lembaga keagamaan, hingga komunitas untuk bersatu menekan angka kasus HIV/AIDS, TBC, malaria, dan hepatitis yang masih tinggi di daerah ini.

Seruan itu disampaikannya saat membuka sekaligus menjadi narasumber Pertemuan Lintas Sektor dan Lintas Program Sosialisasi Penguatan Integrasi ATMH dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), yang berlangsung melalui Zoom Meeting dari Grand Safran Hotel, Selasa (3/11/2026).

Data yang dipaparkan dalam kegiatan menunjukkan Pangkalpinang konsisten menempati peringkat tertinggi kasus HIV baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sepanjang Januari–September 2026, tercatat 88 kasus baru HIV di Pangkalpinang dari total 198 kasus di seluruh provinsi. Daerah lain mencatat: Bangka 34 kasus, Belitung 24 kasus, Bangka Tengah 18 kasus, Bangka Barat 17 kasus, Bangka Selatan 8 kasus, dan Belitung Timur 9 kasus.

Angka ini telah mencapai lebih dari dua pertiga total kasus tahun 2025 yang tercatat 284 kasus dan tahun 2024 sebanyak 282 kasus.

Sementara data Kota Pangkalpinang hingga September 2024 mencatat 88 kasus baru HIV, 16 perempuan dan 72 laki-laki, di mana 48 di antaranya berasal dari kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL).

Tercatat pula 20 kasus AIDS, tiga kematian pada orang dengan HIV, 15 kasus koinfeksi TB-HIV, 11 kasus malaria, serta 14 ibu hamil dengan hepatitis B reaktif.

“Persoalan kesehatan ini harus mendapatkan dukungan semua pihak. Tidak hanya OPD, tetapi juga swasta, BUMN, Baznas, lembaga agama, dan komunitas yang ada di Kota Pangkalpinang,” tegas Saparudin.

Penerapan Integrasi Layanan Primer difokuskan pada tiga hal utama, menjadikan siklus hidup sebagai fokus pelayanan kesehatan, memperluas akses layanan melalui Puskesmas Pembantu dan kelurahan, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat melalui dashboard situasi kesehatan di seluruh kelurahan.

Saparudin berharap penguatan integrasi layanan primer dapat mendorong keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat kelurahan dalam memantau perkembangan kasus kesehatan di wilayah masing-masing. Kolaborasi yang berkelanjutan disebut sebagai kunci utama menekan angka penularan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi untuk menekan peningkatan kasus-kasus tersebut,” harapnya.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!