Heboh Ikat Pinggang Berlogo Palu Arit, Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah: Hanya 1, Terdapat Unsur Ketidaksengajaan dari Pedagang Grosir

waktu baca 3 menit
Selasa, 27 Feb 2024 16:08 27 Admin

Editor : Tri
Laporan : Fatimah

OKEYBOZ.COM, BANGKA BARAT – Viral kabar warga mentok temukan ikat pinggang berlogo Palu Arit
bertuliskan Communist di salah satu toko pakaian serba 35.000 yang terletak di kawasan Pal 2, Desa Air Belo, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar) beberapa hari hari terakhir.

Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah saat dikonfirmasi media okeyboz.com mengatakan sudah melakukan kroscek langsung, dan menegaskan bahwa itu terdapat unsur ketidaksengajaan dari pedagang grosir.

” Sudah kita cek, ternyata hanya 1 buah ikat pinggang, tidak ada barang – barang lain, dan unsur ketidaksengajaan dari pedagang grosiran yang kirim barang di jakarta,” kata AKBP Ade Zamrah, melalui pesan whatsapp (wa) Selasa (27/2/2024).

AKBP Ade Zamrah juga memastikan tidak ada penyebaran barang – barang berlambang palu arit. ” kita pastikan tidak ada penyebaran barang – barang berlambang palu arit di bangka barat mas,” ujarnya.

Menurut AKBP Ade Zamrah, pedagang itu tidak ada maksud dan tujuan apa – apa. Mereka hanya membeli grosiran, tidak sempat lagi mensortir.

” Jadi mereka betul-betul tidak tahu soal logo palu arit yang muncul di kepala ikat pinggang tersebut,” kata Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah.

Sebelumnya diberitakan,

# Heboh, Warga Mentok Temukan Ikat Pinggang Berlogo Palu Arit.

Heboh di grup Whatsapp, beredar
kabar warga mentok temukan ikat pinggang berlogo Palu Arit bertuliskan Communist di salah satu
toko pakaian serba 35.000 yang
terletak di kawasan Pal 2, Desa Air
Belo, Kecamatan Mentok, Kabupaten
Bangka Barat (Babar).

Informasi foto temuan ini sempat
beredar di berbagai grup aplikasi
Whatsapp (Wa) masyarakat Mentok,
dan membuat geger dalam beberapa
hari terakhir.

Usut punya usut, foto tersebut hasil
jepretan salah seorang masyarakat
Mentok berinisial BA.
Awak media kemudian menelusuri
dan berupaya mengumpulkan data
terkait kronologi temuan ikat
pinggang terlarang itu kepada BA.
Hingga akhirnya pada Sabtu
(25/2/2024) tadi malam, BA, selaku
penemu sekaligus orang yang
menjepret foto itu berhasil dihubungi.

“Iya, betul saya (yang menemukan)
tali pinggang itu. Tapi yang
bergambar palu arit cuma satu, yang
tersebar di grup Wa. Jadi ceritanya,
awalnya istri saya belanja ke situ
sama saya, cari baju tidur untuk anak-anak.

Kemudian mau cari ikat
pinggang,” ujarnya kepada wartawan.
Saat itu, lanjut BA, dia hendak
mencari ikat pinggang berwarna
krem.

Ketika hendak memilih ikat pinggang
barisan berwarna krem, ia melihat
ade salah satu keanehan pada bagian kepala ikat pinggang yang berjejer tersebut.

Setelah dicek, kepala ikat pinggang
tersebut berlogo palu dan arit serta
terdapat tulisan communist.

“Di bagian bawah komunis, ada
tulisan Cina juga. Lalu saya foto diam-diam, ada yang jarak jauh, ada yang jarak dekat. Tapi yang jarak dekat agak buram. Setelah saya foto, baru mau saya malam saya cari ikat pinggang yang beli malam malam itu, Sabtu kemarin,” ujar dia.

“Kemudian baru saya sebar di grup
Wa kemarin, tapi memang saya tak
bilang atau komunikasi kepada yang
jual, karena sudah tahu jawaban yang jual seperti apa. Sermpat mikir malam itu kenapa ini bisa berani mereka jualnya. Jadi harganya 35 ribu itu,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak
media masih berupaya menghubungi
pihak kepolisian.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!