Pengaruh Melestarikan Pangan Lokal Untuk Masyarakat Bangka Belitung

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Nov 2024 17:15 61 kina

OKEYBOZ.COM, OPINI — Bangka Belitung umumnya dikenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia dan penghasil timah terbesar di dunia sehingga dianggap menjadi provinsi yang kaya akan kelimpahan Sumber daya alam timah. Selain itu, Bangka Belitung sebenarnya juga kaya akan sumber daya alam Pangan lokal akan tetapi, masih rendah dari sumber daya alam timah karena banyak masyarakat bangka lebih memilih untuk menambang daripada mengelola tanaman. Potensinya mungkin jauh lebih besar bagi ekonomi masyarakat bangka tetapi kebanyakan hanya untuk memuaskan keinginan pribadi saja dan malah berdampak negatif pada masyarakat yang tidak ikut melakukan penambangan. Berbeda halnya dengan pemanfaatan sumber daya alam pada tanaman khususnya pangan lokal. Pangan yang bisa dijadikan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, tentunya memiliki dampak positif yang bukan untuk pribadi saja melainkan untuk semua masyarakat.

Bayangkan saja loh, seandainya masyarakat bangka berusaha untuk mengelola dan membudidayakan pemanfaatan pangan lokal pastinya menambah ciri khas keunggulan Bangka Belitung dalam mengelola bahan baku pangan dibidang pertanian. Tidak hanya itu saja, pangan lokal juga dapat meningkatkan konsumsi pangan lokal terutama karbohidrat seperti ibu jalar, sagu, singkong dan lain sebagainya yang pastinya tidak hanya mengonsumsi beras yang diolah menjadi nasi saja serta menciptakan pola makanan yang sehat dikelola langsung dan tanpa harus mengekspor dari luar serta mengembalikan konsumsi pangan pokok masyarakat.

Pangan lokal juga sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan jika mengalami krisis pangan di masa yang akan datang. Hal tersebut yang menjadikan pangan lokal penting untuk dilestarikan dan dikembangkan. Sebagian masyarakat Bangka mungkin belum banyak yang melestarikan pangan lokal, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat dari pangan lokal dan juga keterbatasan akses dana yang diperlukan cukup tinggi dalam melestarikan pangan lokal. Namun sebagian masyarakat bangka telah melestarikan pangan lokal, tetapi hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, jarang sekali untuk dijual kepada konsumen sehingga diperlukan peningkatan dalam pelestarian dan pengolahan bahan baku pangan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal masyarakat.

Jadi banyak sekali pengaruh positif dari melestarikan pangan lokal terhadap masyarakat dan juga pada kebersihan serta keamanan lingkungan yang dapat melindungi ekosistem hutan dan ekosistem perairan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!