Proyek Rp15 Miliar Gedung dan Pagar Kantor Bahasa Babel Tersendat: Progres Baru Tahap Pancang”

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Nov 2024 19:51 98 Admin

“Proyek

 

Caption: foto suasana pembangunan di lokasi yang masih minim aktivitas, dengan beberapa tiang pancang dan material yang belum tertata rapi, Kamis (21/11).

Editor: Aditya.

OKEYBOZ.COM, PANGKALPINANG – Proyek pembangunan gedung dan pagar Kantor Bahasa di kompleks perkantoran pemukiman terpadu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan anggaran lebih dari Rp15 miliar terancam tidak selesai tepat waktu.

Berdasarkan pantauan Tim Jobber pada Kamis (21/11/2024) siang, progres pembangunan terlihat jauh dari target yang seharusnya.

Proyek ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan kontrak senilai Rp15.832.689.500.

Namun hingga kini, pengerjaan baru mencapai tahap pemasangan beberapa tiang pancang. Sementara itu, sisa pancang masih dalam proses pengurukan tanah, dan pagar yang direncanakan dalam proyek ini masih tertutup seng tanpa tanda-tanda dimulainya pekerjaan.

Berdasarkan data dari LPSE Kementerian, lelang tender proyek ini diikuti oleh enam perusahaan. Namun yang menjadi sorotan adalah pemenang tender, CV. Elaime Karya Abadi, yang menawarkan harga tertinggi dibandingkan peserta lainnya.

Perusahaan ini memenangkan tender dengan nilai penawaran Rp15,8 miliar dari HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp16,3 miliar.

Kontrak proyek ditandatangani pada 30 Agustus 2024 dengan masa pelaksanaan 109 hari kalender, yang berarti pekerjaan harus rampung pada 10 Desember 2024.

Saat media mendatangi lokasi proyek, suasana tampak sepi. Seorang petugas keamanan yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa tidak ada aktivitas proyek yang berjalan pada hari itu.

“Tidak ada orang, tadi rombongan keluar semua,” ujarnya singkat. Saat ditanya mengenai kontraktor, petugas menyebut nama “Gusti” sebagai pemborong proyek.

Waktu Makin Mendesak
Dengan sisa waktu kurang dari satu bulan sebelum tenggat waktu, minimnya progres di lapangan memicu kekhawatiran bahwa proyek ini akan melampaui jadwal yang telah ditetapkan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor maupun pihak terkait dari Kementerian belum memberikan konfirmasi resmi terkait kendala yang dihadapi.

Pengawasan Proyek Perlu Diperketat
Proyek dengan anggaran besar seperti ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pihak yang berwenang.

Publik berharap agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi dan memastikan pengerjaan proyek sesuai jadwal, sehingga dana publik yang telah dialokasikan tidak terbuang percuma.

Situasi ini juga menjadi sorotan mengenai transparansi dalam proses tender dan pelaksanaan proyek pemerintah, terutama di daerah. Apakah proyek ini mampu mengejar ketertinggalan? Atau justru berujung mangkrak? Hanya waktu yang dapat menjawab. (AD/OKEYBOZ)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!