
Foto : Firmansyah, SE., SH., MH (Ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Belitung)
OKEYBOZ.COM, BELITUNG – Rencana pengembangan usaha yang sebut akan mengarah pada kehadiran tempat hiburan malam atau HW Club di Kabupaten Belitung mulai menuai sorotan dan menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. Rencana tersebut dinilai tidak hanya dapat dilihat dari sisi investasi dan potensi peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga perlu dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan dampak sosial, budaya, moral, serta identitas daerah yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Belitung.
Sejumlah kalangan menilai, keberadaan fasilitas hiburan malam berpotensi menimbulkan persoalan sosial apabila tidak melalui kajian yang matang dan tidak melibatkan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan.
Firmansyah, S.E., S.H., M.H., Ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Belitung mengatakan setiap kebijakan pembangunan yang berpotensi berdampak terhadap tatanan sosial dan budaya dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Belitung.
“Pembangunan harus membawa manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai yang selama ini menjadi identitas daerah. Jangan sampai pembangunan yang mengatasnamakan investasi justru menimbulkan keresahan sosial dan memicu polemik di tengah masyarakat,” ujar kata Firmansyah.
Firmansyah, menegaskan bahwa IPIM Belitung tidak menolak masuknya investasi ke Kabupaten Belitung. Namun, investasi yang hadir diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi produktif, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat yang luas tanpa menimbulkan benturan dengan nilai sosial dan budaya setempat.
“Kita bukan mau menghambat investasi, bukan mau menghambat orang berusaha. Tetapi kita juga harus melihat situasi dan kondisi masyarakat setempat, serta investor kami harapkan untuk menyampaikan informasi secara terbuka terkait rencana tersebut,’ lanjut Firmansyah.
Transparansi dinilai sangat penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai konsep, tujuan, serta potensi dampak yang ditimbulkan dari pembangunan fasilitas hiburan malam.
Selain persoalan perizinan dan kegiatan usaha, keberadaan tempat hiburan malam juga disebut perlu dilihat dari sisi dampaknya terhadap generasi muda.
IPIM meminta pemerintah melakukan langkah antisipasi sejak awal, bukan menunggu munculnya persoalan setelah usaha tersebut beroperasi.
Firmansyah mendorong Bersama pemerintah, ulama, organisasi kemasyarakatan serta pelaku usaha duduk bersama membahas rencana tersebut secara terbuka. Begitu juga dengan komunikasi lintas pihak diperlukan agar investasi tetap dapat berjalan sesuai dengan koridor aturan yang berlaku.
“Pemerintah, ulama dan pengusaha harus duduk bersama. Didiskusikan aturan mainnya seperti apa, pertimbangannya bagaimana. Jangan sampai persoalan muncul setelah tempatnya beroperasi,” pungkas Firmansyah. (OB_Dee)
Tidak ada komentar