
Oleh: Yeni Pronika (Mahasiswa Universitas Bangka Belitung)
OKEYBOZ.COM, OPINI — Saat ini perkembangan teknologi yang semakin canggih dan diluar nalar. Banyak teknologi yang di desain menyerupai manusia bahkan tidak sedikit yang menggantikan peran manusia. Salah satu bentuk inovasi teknologi terbaru yaitu AI (Artificial Intelligence) yaitu sebuah teknologi kecerdasan buatan yang mampu meniru kemampuan intelektual manusia. AI bekerja dengan menganalisis data, mengidentifikasi pola dan membuat prediksi ataupun mengambil suatu tindakan. AI memilki kelebihan yaitu kemampuan analisis yang cepat dan akurat serta bersifat objektif. AI sering digunakan pada pekerjaan dibidang kesehatan, keuangan, manufaktur, bisnis, transportasi, keamanan, retail dan lain sebagainya.
Di bidang pendidikan, AI juga mengambil peran meningkatkan efisiensi sistem pendidikan, analisis data dan metode pengajaran. Di balik peran positif tersebut, ada dampak negatif AI dibidang pendidikan khususnya terhadap siswa atau peserta didik. Penyalahgunaan AI marak dilakukan oleh siswa yang membuat tingkat kreativitas dan rasa ingin belajar siswa menurun. Contoh sederhana yaitu ketika ada tugas yang mereka tidak tahu jawabannya, mereka langsung mengakses AI, selang beberapa detik semua jawaban sudah tertera. Hal ini sangat berdampak terhadap kecerdasan dan kreativitas siswa karena tanpa berpikir dan belajar mereka dengan mudah menjawab pertanyaan yang diberikan. Contoh kedua yaitu apabila siswa diberikan tugas membuat suatu desain, banyak dari mereka yang mengaksesnya melalui AI. Sebelum muncul AI, siswa harus belajar kemudian berpikir untuk menjawab pertanyaan dan membuat tugas, sangat berbeda dengan kondisi sekarang.
Saat ini, ketika hendak mencari jawaban apapun langsung akses AI, mau membuat apapun tinggal ketik di AI, kesannya tidak ada usaha. Terlebih tingkat pengetahuan dan kualitas SDM di Indonesia masih rendah, banyak content creator yang sudah membuktikan dengan mewawancara secara acak siswa dengan memberikan pertanyaan yang sangat mudah saja mereka tidak bisa menjawab. Dengan adanya kasus seperti ini, banyak sekali yang harus dibenahi mulai dari bagaimana meningkatkan pengetahuan siswa, metode pembelajarannya dan yang paling penting bijak dalam menggunakan teknologi. Harus ada solusi dibalik permasalahan ini, seperti memberi batasan usia dalam mengakses AI, merubah metode pembelajaran yang mungkin tidak bisa diakses melalui AI dan sebagai siswa harus bijak dalam menggunakan teknologi harus dipikirkan kembali dampak kedepannya. Peran orang tua juga sangat dibutuhkan yaitu dengan cara melakukan pengawasan yang intensif terhadap anak-anak dalam mengakses informasi dan menggunakan teknologi.
Tidak ada komentar