
Caption : Kegiatan sosialisasi rencana penambangan di Dusun Tanah Merah, Desa Baskara Bakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. (Ist)
Editor : Aditya.
OKEYBOZ.COM, NAMANG – Warga Dusun Tanah Merah, Desa Baskara Bakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, minta rencana penambangan timah di wilayah mereka tidak hanya dikelola oleh satu CV saja. Hal ini disampaikan oleh Kholis, salah satu perwakilan warga, kepada okeyboz.com jejaring tim Jobber ( Journalis Babel Bergerak) pada Sabtu (8/2/2025).
Kholis mengatakan sejak awal penunjukan CV, masyarakat merasa prosesnya tidak transparan. Menurutnya bahwa sebelumnya masyarakat sudah menolak keterlibatan CV tertentu, namun keputusan tetap berjalan tanpa melibatkan masyarakat secara menyeluruh.
Kholis juga menjelaskan, pada beberapa pertemuan sebelumnya, masyarakat merasa hanya sebagian kelompok yang dilibatkan, seperti pada pertemuan di Hotel Aston dan rumah kepala desa.
“Pertemuan tanggal 19 Januari 2025 di rumah kepala desa hanya melibatkan orang-orang tertentu, yang sebelumnya juga hadir di acara Hotel Aston. Undangan untuk forum tanggal 23 Januari pun hanya untuk 60 orang, yang sebagian besar adalah mereka yang sudah terlibat di acara sebelumnya. Masyarakat umum banyak yang tidak tahu,” kata Kholis.
Dalam forum tersebut, disepakati bahwa hanya satu CV, yaitu CV AMR, yang akan mengelola tambang. Hal ini memicu protes dari masyarakat karena dianggap memonopoli.
“Kalau hanya satu CV yang terlibat, kami khawatir kebutuhan masyarakat tidak akan terpenuhi. Dengan lebih dari satu CV, beban dapat dibagi, dan kebutuhan masyarakat bisa lebih terjamin,” tambahnya.
Warga juga mempersoalkan kompensasi yang dinilai tidak merata antara nelayan dan masyarakat umum.
Berdasarkan informasi awal, kompensasi yang dijanjikan, mesin kapal 9,8 PK, sebanyak 42 unit untuk nelayan kapal, 500 jaring kepiting dan udang (total 1.000 pcs).
Sedangkan masyarakat non nelayan berupa uang senilai sama dengan kompensasi yang di dapat nelayan di luar fee 20.000/kilo dan perbaikan kubag masjid, pengadaan WC masjid, pengadaan, AC masjid, pengadaan ambulance dan perluasan lahan perkuburan.
Namun, hingga kini warga belum menerima kepastian tentang rincian total kompensasi.
“Kami minta transparansi. Apa yang diterima masyarakat luar nelayan masih belum jelas. Kami takut kompensasi ini hanya untuk segelintir orang,” tegas Kholis.
Kholis menyampaikan, masyarakat meminta penambangan ditunda hingga semua permintaan warga terpenuhi. Selain itu, masyarakat menginginkan transparansi dalam pengelolaan kompensasi serta keterlibatan lebih banyak CV (mitra-red) agar tidak terjadi monopoli.
“Ini bukan keinginan saya pribadi, tapi suara masyarakat. Kami hanya ingin kejelasan, keadilan, dan agar hak-hak masyarakat terpenuhi sebelum penambangan dimulai,” pungkasnya.
Hingga berita ini tayang, pihak CV AMR masih dalam konfirmasi terkait tuntutan warga. (OB)
Tidak ada komentar