Dari Kebun Nanas ke Gerai Koperasi Merah Putih: Kisah Guyub Warga Air Kepala Tujuh untuk Masa Depan

waktu baca 3 menit
Selasa, 25 Nov 2025 08:49 43 iwan okeyboz

Oleh: Bangdoi Ahada
PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Di sebuah ruang pertemuan sederhana di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Senin (10/11/2025) lalu itu, suara ketegangan bisa mencair hingga menjadi obrolan hangat penuh canda.
Musyawarah yang semula digelar untuk menyelesaikan persoalan lahan pembangunan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih itu justru berubah menjadi ruang rekonsiliasi, tempat pemerintah dan masyarakat bertemu, berdialog, dan menyatukan persepsi.
Rencana pembangunan gerai koperasi ini sempat tersendat. Kesalahpahaman terjadi ketika warga Tua Tunu Indah yang memiliki kebun nanas di atas lahan tersebut mengira pemerintah akan mengambil alih tanah mereka tanpa penjelasan.
Setelah rangkaian komunikasi intensif sejak Jumat hingga Minggu malam, mulai dari pertemuan langsung hingga sambungan telepon, akhirnya titik terang ditemukan.
Akhirnya warga memahami bahwa lahan itu milik Pemerintah Kota Pangkalpinang dan mereka pun merelakan tanaman tumbuh dibersihkan demi pembangunan gerai koperasi.
“Ini hanya soal komunikasi yang sempat terserempet,” ujar Lurah Air Kepala Tujuh dalam pembukaan musyawarah. “Alhamdulillah, semuanya kini selesai baik-baik.”
Inspektorat: Permasalahan Sudah Bersih, Pembangunan Bisa Jalan
Inspektur Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa laporan penyelesaian masalah ini sudah disampaikan ke Sekda dan Wali Kota. Bahkan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri disebut telah menunggu hasilnya.
“Kita harus memahami tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing. Sekarang sudah clean and clear,” ungkapnya, memberi angin segar bagi pelaksanaan proyek.
Danramil: Koperasi Ini untuk Rakyat, Kami Siap Mengawal
Suasana pertemuan berubah lebih hangat ketika Danramil Tamansari menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan koperasi. Baginya, koperasi ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.
“Kami siap bantu sepenuhnya. Ini untuk mempermudah masyarakat, bukan mempersulit,” ujarnya dalam musyawarah tersebut.
Danramil juga memastikan bahwa pengawasan akan dilakukan secara ketat oleh Pasiter, Danramil, Babinsa, dan satgas lapangan. Tenaga kerja pun akan diprioritaskan dari dua kelurahan: Air Kepala Tujuh dan Tua Tunu Indah.
Pemilik Kebun Legowo: Kami Hanya Ingin Kejelasan
Lurah Tua Tunu Indah mewakili warganya mengaku lega. Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak berniat mengklaim lahan pemerintah, namun hanya ingin kepastian. “Mereka sempat tersinggung karena belum ada penjelasan utuh. Namun kini mereka memahami, dan kami siap mendukung,” katanya seperti yang dituliskan dalam notulen Berita Acara hasil musyawarah oleh Tim Inspektorat Pangkalpinang.
Karakter masyarakat Tua Tunu Indah yang terbuka dan sangat menghargai sejarah lahan ikut membentuk dinamika persoalan ini. Kini, semuanya kembali jernih.
Menuju Gerai Koperasi yang Menjadi Kebanggaan Bersama
Dengan persoalan lahan yang telah dinyatakan selesai, Lurah Air Kepala Tujuh menutup pertemuan musyawarah itu tanpa dialog panjang.
“Permasalahan sudah selesai. Terima kasih atas dukungan semuanya,” ujarnya.
Pembangunan Gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat, tempat UMKM bertumbuh, serta wadah pemberdayaan dan pemerataan keuntungan di tingkat kelurahan.
Kisah hari itu di ruang pertemuan Air Kepala Tujuh bukan sekadar administrasi pembangunan. Ia adalah potret bagaimana masalah bisa selesai ketika komunikasi dibuka, ketika pemerintah hadir, dan masyarakat diberi ruang untuk didengar.
Kini, gerai koperasi itu bukan hanya program, tetapi harapan bersama. (OB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!