Ajakan BEI Babel kepada Kalangan Genz, Investor Muda dan Masyarakat Untuk Menjadi Investor Saham di Bursa Efek

waktu baca 3 menit
Jumat, 28 Nov 2025 05:11 53 iwan okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Bangka Belitung (Babel) menggelar gathering wartawan pasar modal di Tins Resto Bypappajack, Pangkalpinang, Kamis (27/11/2025) malam. Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyampaikan perkembangan terkini pasar modal di Babel.

Kepala Wilayah Bangka Belitung, Kantor Perwakilan BEI Bangka Belitung, Fahmi Al Kahfi, memperkenalkan jargon baru yang tengah gencar dipopulerkan, yaitu “Aku Investor Saham”. Slogan ini diharapkan dapat memotivasi berbagai kalangan untuk berinvestasi di pasar modal.

“Kita keluarkan kata baru yaitu ‘Aku Investor Saham’ yang mana ini sekarang dipakai di semua kalangan,” ujar Pahmi.

“Kemarin kita ke Tanjung Beriga edukasi bersama teman-teman nelayan, mereka bilang ‘nelayan juga bisa investor saham’,” tambahnya.

Tak hanya itu, Pahami juga memaparkan, meski tahun 2025 penuh tantangan, pasar modal menunjukkan optimisme yang tinggi.

Pertumbuhan demi pertumbuhan hadir, menandakan kepercayaan masyarakat dan investor terhadap perekonomian Indonesia.

“Alhamdulillahnya tahun 2025 dengan yang penuh tantangan ini, pasar modal cukup optimis menghadapi kondisi ekonomi yang ada,” ungkapnya.

“Pertumbuhan demi pertumbuhan hadir dan ini menjadi tanda optimistis masyarakat kita, investor kita, terhadap perekonomian Indonesia,” lanjutnya.

Data menunjukkan, kepemilikan saham di Indonesia kini didominasi oleh investor domestik.

Jika pada tahun 2019 kepemilikan asing masih mendominasi hingga 50%, kini lebih dari 50% saham telah dimiliki oleh investor dalam negeri.

Kabar menggembirakan lainnya adalah dominasi generasi muda dalam investasi saham.

Investor di bawah usia 40 tahun, khususnya generasi Z dan milenial, mendominasi pasar modal saat ini.

“Jumlah investor di Indonesia saat ini didominasi oleh generasi Z dan milenial, usia di bawah 30 sampai usia 40 tahun,” kata Pahmi.

“Anak-anak muda sudah mulai paham tentang finansial, sudah mulai ngomongin nanti mau pensiunnya enggak perlu udah mulai ngomongin itu,” tambahnya lagi.

Bahkan, lanjutnya, investor dari kalangan SMA juga menunjukkan angka yang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya investasi sejak dini semakin meningkat.

Untuk meningkatkan literasi pasar modal di Babel, BEI Babel telah melaksanakan 160 kegiatan sepanjang tahun 2025.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota bursa, kampus, sekolah, hingga pemerintah daerah.

“Tahun ini kami ditargetkan oleh Bursa Efek Jakarta hanya 360 kegiatan, tapi alhamdulillah baru kemarin kita sudah melakukan 160 kegiatan,” jelas Pahmi.

Saat ini, terdapat 25 galeri investasi di Babel yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

BEI Babel juga menggandeng pemerintah daerah melalui tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) untuk memperluas jangkauan edukasi pasar modal.

Upaya peningkatan literasi pasar modal ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Jumlah investor di Babel tumbuh signifikan, melampaui target yang ditetapkan.

“Target kami di Bangka Belitung tahun ini adalah pertumbuhan di 9.000 investor, ternyata Alhamdulillah di November ini investor baru di Bangka Belitung tumbuh sekitar 16.000,” ungkap Pahmi.

“Saat ini jumlah kita sudah hampir di angka 80.000 investor,” debutnya lebih lanjut.

Dengan pertumbuhan yang positif ini, BEI Babel optimis pasar modal di Babel akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.(OB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!