
BANGKA SELATAN, OKEYBOZ.COM – Dua tahun telah berlalu sejak tragedi menimpanya, namun perjuangan Ibu Rosna warga Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, masih jauh dari berakhir. Perempuan paruh baya itu kini menghabiskan hari-harinya terbaring lemah di kamar, dengan hanya sehelai tikar sebagai alas tidur.
Sejak menjadi korban tabrak lari di ruas jalan Desa Rias, tubuhnya tak lagi sama. Tangan mengalami patah tulang, dan bahkan untuk berdiri saja ia sudah tidak memiliki kekuatan. Dampak kecelakaan tersebut terus membatasi seluruh ruang geraknya.
Ketika ditemui awak media di kediamannya di Desa Rias, Kamis (26/2/2026) keluarga mengungkapkan perjuangan panjang yang harus mereka lalui dengan biaya sendiri.
“Berobat sudah ke mana-mana dengan biaya sendiri, sampai jual rumah. Tapi tak kunjung juga membuahkan hasil,” ujar Darazi (52) anak korban yang setiap hari setia mendampingi sang ibu.
Dengan suara lirih, Darazi menjelaskan kondisi ibunya yang serba terbatas. Bahkan untuk ke kamar mandi sekalipun menjadi sebuah perjuangan berat.
“Kalau mau buang air besar dan buang air kecil harus ngesot ke kamar mandi,” katanya sambil menahan haru.
Darazi sendiri bekerja dengan mengambil upah membuat jaring setiap hari. Namun kondisi ekonomi keluarga semakin memprihatinkan karena ia tak lagi mampu melakukan pekerjaan berat.
“Karena bekerja berat juga enggak bisa lagi dengan kondisi sakit. Selama ini tidak pernah mendapat bantuan apa pun. Kalau dulu memang pernah dapat bantuan BLT, tapi sekarang enggak ada lagi,” jelasnya dengan nada sedih dan mata berkaca-kaca.
Ia mengaku hanya mampu melakukan yang terbaik sesuai kemampuannya sebagai anak. Tidak ada banyak harapan yang bisa dilakukan.
“Kami sebagai anak hanya bisa sebatas kemampuan kami. Mau mengadu juga ke mana, karena kami orang kecil enggak berani dan bantuan apa pun juga enggak pernah,” tambahnya.
Di kamar sederhana yang menjadi tempat tinggalnya di Desa Rias, Ibu Rosna menjalani hari-hari dengan segala keterbatasan yang ada.
Harapan keluarga kini sangat sederhana, mendapatkan uluran tangan dan perhatian agar beban yang telah mereka pikul selama dua tahun terakhir tidak lagi seberat ini.(OB)
Tidak ada komentar