
Editor : Radak Babel
BANGKA BARAT, OKEYBOZ.COM – Aktivitas pengangkutan pasir timah kembali memakan korban. Sebuah truk bermuatan pasir timah diduga milik seorang bos bernama Liku, menghantam rumah warga di Desa Ranggi, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (20/3/2026).
Insiden yang terjadi di siang hari itu sontak menggegerkan warga. Di tengah kondisi jalan yang relatif lengang, truk berwarna putih tersebut melaju kencang sebelum akhirnya kehilangan kendali dan menghantam bagian depan rumah warga.
Dentuman keras terdengar hingga radius beberapa rumah.
“Suara benturannya keras sekali, kami langsung keluar. Ternyata truk sudah menabrak rumah,” ungkap seorang saksi mata dengan nada panik.
Di balik kecelakaan ini, terkuak fakta yang lebih mencengangkan. Truk tersebut diduga mengangkut pasir timah dari aktivitas yang belum jelas legalitasnya. Seorang sumber menyebut, muatan itu diambil dari Belinyu dan hendak dibawa ke gudang di wilayah Parittiga.
“Kami ngambil pasir timah dari Belinyu menuju Keparittiga ke gudang bos Liku,” ujar sumber tersebut.
Nama Liku sendiri bukan sosok baru dalam pusaran polemik timah di Bangka Belitung. Sebelumnya, pasir timah yang diduga terkait dengannya sempat diamankan Satgas, bahkan gudangnya dikabarkan pernah digeledah oleh Kejaksaan Agung.
Namun fakta di lapangan seakan berbicara lain. Sopir truk berinisial A, warga Desa Mislak, secara terang-terangan menyebut nama bosnya saat berinteraksi dengan warga usai kejadian.
“Bos saya bisa bertanggung jawab, dia,” ucap seorang warga, menirukan pernyataan sopir yang menyebut nama Liku.
Akibat tabrakan tersebut, bagian depan rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Yang menjadi sorotan tajam, muatan pasir timah dalam truk itu memicu dugaan kuat adanya distribusi hasil tambang yang belum tentu mengantongi izin resmi. Fakta ini mempertegas keresahan warga yang selama ini menyaksikan maraknya truk-truk pengangkut timah melintas di wilayah mereka.
“Kami sering lihat truk seperti ini lewat, kadang ugal-ugalan. Sekarang sampai nabrak rumah warga,” keluh warga lainnya.
Peristiwa ini seolah menjadi potret buram lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang timah di Bangka Belitung. Lalu lintas truk bermuatan berat yang diduga membawa hasil tambang ilegal kini bukan hanya merusak jalan, tetapi juga mengancam keselamatan warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait asal-usul pasir timah maupun status legalitasnya. Aparat kepolisian dilaporkan telah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengamankan sopir guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini kembali menampar wajah penegakan hukum di sektor pertambangan. Publik kini menanti, apakah aparat akan bertindak tegas atau justru kembali membiarkan praktik yang sama terus berulang hingga memakan korban berikutnya.(OB,RDAK)
Tidak ada komentar