Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin: Banjir dan Sampah Masih Tantangan Utama, Kuncinya Ada di Kesadaran Masyarakat 

waktu baca 3 menit
Jumat, 17 Apr 2026 17:00 41 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya keras memecahkan persoalan klasik berupa banjir dan tumpukan sampah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah utama. Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, menegaskan bahwa penanganan kedua masalah ini tidak hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota, Prof. Udin saat memimpin Rapat Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengolahan Sampah di Smart Room Center (SRC), Lantai 2 Kantor Wali Kota, Jumat (17/4/2026).

Rapat strategis ini juga dihadiri langsung oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam paparannya, Prof. Udin membeberkan akar masalah banjir yang kerap melanda kota.

Menurutnya, banjir dipicu oleh tiga sumber aliran air utama, yaitu dari Sungai Pedindang (Bangka Tengah), Sungai Kace, serta limpasan dari kawasan perbukitan.

Kondisi ini diperparah oleh sedimentasi pasir dan tumpukan sampah yang menyumbat saluran air.

“Banjir ini bukan hanya karena airnya banyak, tetapi juga karena sampah dan pasir yang menutup aliran,” ujarnya.

Untuk mengatasinya, Pemkot telah melakukan rekayasa teknis seperti pengaturan pintu air yang dinilai cukup efektif menahan banjir rob agar tidak masuk ke pemukiman.

Namun, tantangan lain muncul karena banyaknya saluran air yang tertutup bangunan warga, sehingga menyulitkan proses normalisasi.

Sementara itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius. Saat ini, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah mengalami kelebihan kapasitas (over capacity).

Solusi yang ditawarkan adalah optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

“Kalau TPS 3R ini berjalan maksimal, sekitar 70 persen sampah bisa diolah di sini, dan hanya 30 persen sisanya yang dibawa ke TPA. Ini akan sangat meringankan beban,” jelasnya.

Saat ini, dari lima usulan pembangunan TPS 3R ke pusat, tiga di antaranya sudah diverifikasi dan satu masih dalam proses.

Pemerintah juga menyiapkan armada pengangkut sampah berukuran kecil untuk menjangkau gang sempit, serta mengembangkan aplikasi digital guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini mencapai sekitar Rp4 miliar per tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Udin juga menyoroti perilaku sebagian warga yang dinilai masih sulit diatur.

Meskipun pemerintah telah memasang kamera pengawas (CCTV) di titik rawan, upaya ini belum sepenuhnya efektif.

“Kita pasang kamera di sini, mereka membuang sampah di sebelah sana. Hal ini terekam jelas. Jadi teknologi saja tidak cukup, kita harus terus melakukan pendekatan edukasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendirian oleh pemerintah. Kunci keberhasilan terletak pada kesadaran kolektif masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan konsisten menerapkan pola hidup bersih.

“Kesadaran masyarakat itu sangat menentukan. Instrumen dan fasilitas sudah kita siapkan, tapi tanpa partisipasi aktif warga, upaya ini akan sulit maksimal,” pungkasnya.

Rapat yang juga dihadiri para Camat dan Lurah se-Kota Pangkalpinang ini menjadi langkah awal untuk menyatukan strategi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas banjir.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!