Wali Kota Pangkalpinang: Pancasila Bukan Sekadar Simbol, tapi Kunci Persatuan dan Perdamaian Dunia

waktu baca 3 menit
Senin, 1 Jun 2026 16:36 30 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Sabtu (1/6/2026) di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang. Dalam amanat yang disampaikannya, ia menegaskan peringatan ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan momen penting merenungkan kembali makna dan peran Pancasila sebagai dasar negara sekaligus gagasan yang relevan bagi perdamaian seluruh dunia. Tahun ini, peringatan tersebut mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Menurut Saparudin, Pancasila telah membuktikan kekuatannya menyatukan ribuan pulau, ratusan suku bangsa, serta beragam budaya dan agama di Indonesia.

Di saat banyak wilayah dunia dihadapkan pada perpecahan, perselisihan dan ketidakpastian akibat pergeseran kekuatan politik maupun kemajuan teknologi, Indonesia tetap berdiri kokoh dan damai berkat nilai-nilai yang tercantum dalam dasar negara itu.

“Pancasila adalah penunjuk arah. Ia membuktikan bahwa keberagaman bukanlah sumber masalah, melainkan kekayaan besar yang bisa disatukan dalam satu ikatan persaudaraan. Ini adalah bukti nyata yang bisa menjadi teladan bagi negara-negara lain,” ujar Saparudin saat membacakan pidato.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa peran Indonesia tidak berhenti sekadar menjaga kedamaian di dalam negeri. Berdasarkan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, negara ini memiliki tanggung jawab ikut mewujudkan tatanan dunia yang adil, merdeka, dan damai.

Semangat musyawarah dan kesepakatan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia kini sangat dibutuhkan dalam hubungan internasional untuk menjembatani perbedaan dan mencegah konflik.

Kontribusi nyata sudah terlihat lewat pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, upaya perantara penyelesaian perselisihan di kawasan, serta sikap tegas yang selalu menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas.

Bagi Saparudin, kedamaian sejati tidak hanya berarti tidak ada perang, melainkan terwujudnya keadilan bagi semua manusia tanpa terkecuali.

Namun demikian, kemajuan pesat di bidang ekonomi dan teknologi harus tetap diimbangi dengan pegangan nilai luhur. Tanpa arah moral yang jelas, kemajuan tersebut dikhawatirkan justru bisa menyesatkan tujuan hidup berbangsa.

Saparudin meminta seluruh masyarakat, terutama generasi muda penerus bangsa, menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang diterapkan sehari-hari, bukan sekadar tulisan di buku sejarah atau hiasan di dinding ruang kerja.

Kepada seluruh pejabat dan penyelenggara pelayanan publik se-Kota Pangkalpinang, pesan tegas disampaikan, setiap kebijakan yang dibuat wajib berlandaskan rasa keadilan, menjamin hak warga negara, dan memastikan tidak ada kelompok maupun warga yang merasa terabaikan.

Ia juga menekankan perlunya sikap waspada dan menolak keras segala pemikiran yang memicu kebencian, perpecahan atau paham radikal yang bisa merusak keharmonisan yang sudah terjalin erat.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa. Mari kita tunjukkan kepada dunia, kita bangsa yang beriman, bersatu dan menjunjung tinggi kemanusiaan,” tegasnya.

Setelah rangkaian upacara selesai, Pemerintah Kota Pangkalpinang melaksanakan sesi penghormatan khusus bagi keluarga pegawai Aparatur Sipil Negara yang telah berpulang.

Penghargaan ini diberikan sebagai tanda penghargaan tertinggi atas pengabdian, dedikasi dan jasa-jasa mereka selama bertugas membangun daerah.

Satu di antaranya diserahkan kepada keluarga almarhum yang pernah menjabat sebagai Pengawas Mutu Pakan Ahli Muda pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang.

Pemberian penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengabdian tulus bagi kepentingan umum tidak akan pernah dilupakan oleh negara maupun masyarakat.

Kegiatan peringatan berakhir dengan suasana khidmat dan semangat persatuan yang kian menguat, membawa pesan penting, Pancasila tetap menjadi jiwa bangsa, kekuatan pemersatu, dan warisan berharga yang dibanggakan Indonesia bagi seluruh dunia.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!