Dugaan Pencemaran Limbah Kandang Sapi di Pangkal Balam Ditelusuri, Pemerintah Cek Lokasi: Hewan Tak Ada, Sanitasi Diperbaiki

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Jun 2026 18:53 6 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang menindaklanjuti laporan media mengenai keluhan warga di Kecamatan Pangkal Balam yang merasa terganggu dengan bau dan dugaan pencemaran limbah dari kandang sapi milik Badot dan Kordidi di kawasan Ampui, Kecamatan Pangkal Balam. Penanganan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi yang digelar Senin (8/6/2026) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang ,Juhaini serta Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri beserta jajaran terkait.

Samri menyampaikan, berdasarkan pengecekan tim ke lokasi, diketahui saat ini tidak ada satupun sapi yang dipelihara di kandang tersebut.

“Lokasi itu sebenarnya berfungsi sebagai tempat transit atau karantina sementara, di mana hewan yang didatangkan hanya ditempatkan sebentar sebelum dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Jumlah sapi di sana paling banyak terlihat menjelang Hari Raya, dan saat ini stoknya sudah habis,” ungkapnya.

Samri menjelaskan, kendala bau yang sempat dikeluhkan muncul saat kandang masih berisi hewan, terutama pada puncak permintaan hari raya. Meski saat ini kandang sudah kosong dan dibersihkan, sisa bau masih tercium.

Ia juga menegaskan bahwa selama tujuh tahun menangani urusan peternakan, setiap kali turun langsung ke lapangan dan berdialog dengan warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi, tidak ada satupun yang menyampaikan keluhan atau merasa terganggu dengan keberadaan kandang tersebut.

Juhaini, dalam menyikapi hal itu, pemerintah telah memberikan arahan kepada pemilik kandang. Perbaikan saluran pembuangan limbah sebenarnya sudah dilakukan, namun dinas meminta agar pengelolaan sanitasi ditingkatkan lagi ke depannya agar benar-benar memenuhi standar dan tidak menimbulkan gangguan.

“Apapun yang berkaitan dengan laporan masyarakat, kami tindaklanjuti secara bersama-sama dengan perangkat daerah terkait. Segala sesuatu yang masih kurang akan kami lengkapi, termasuk perbaikan sistem drainase yang sudah disampaikan,” ujar Juhaini.

Juhaini menegaskan sebagai langkah lanjut, Dinas Pangan dan Pertanian diminta menyusun laporan tertulis yang memuat hasil pengecekan, pembahasan, dan rekomendasi penanganan, untuk diserahkan kepada Wali Kota Pangkalpinang sebagai bentuk pertanggungjawaban dan langkah tindak lanjut resmi.

Dalam kesempatan itu, Samri juga mengungkapkan prediksi ketersediaan hewan ternak di tahun ini. Pasokan sapi yang sebagian besar berasal dari Australia diprediksi berkurang, sehingga berpotensi menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga daging sapi di pasaran ke depannya.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!