Pesta Adat Panggil Suku Ketapik di Desa Kacung, Tradisi Leluhur yang Terus Dilestarikan

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Jun 2026 16:24 7

KELAPA, OKEYBOZ.COM — Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, melaksanakan Pesta Adat Panggil Suku Ketapik yang digelar di Balai Adat Suku Ketapik, Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan ini merupakan warisan leluhur masyarakat Adat Ketapik yang rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Zulhijah setelah Hari Raya Iduladha.

Dalam sambutannya, Markus menyampaikan bahwa pesta adat ini merupakan tradisi penting dari budaya masyarakat Desa Kacung yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan aset budaya daerah Kabupaten Bangka Barat yang harus dilestarikan. Pesta adat yang digelar di Balai Adat Masyarakat Ketapik ini bertujuan menggembirakan hati anak-anak yang telah menghatamkan Al-Qur’an di masjid.

Lebih lanjut, Markus mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi salah satu aset wisata budaya di Kabupaten Bangka Barat.

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, lanjutnya, berkomitmen mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari adat istiadat dan objek pemajuan kebudayaan di Kabupaten Bangka Barat.

Markus juga berharap Desa Kacung dapat terus meningkatkan potensi lainnya dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.

Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat memberikan fasilitas anggaran sebesar Rp40 juta guna mendukung kesuksesan acara ini.

Markus menilai Pesta Adat Panggil merupakan aset budaya daerah yang memiliki nilai penting. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini menjadi tanggung jawab bersama.

“Pesta Adat Panggil merupakan aset budaya daerah yang memiliki nilai penting. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini menjadi tanggung jawab bersama,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, Wydia Kemala Sari, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengaul adat Suku Ketapik dan seluruh masyarakat setempat atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini sangat berperan penting bagi pariwisata dan kebudayaan. Saya berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi arak-arakan sador-sador bagi anak-anak yang telah menamatkan bacaan Al-Qur’an.

Selain itu, pada malam sebelum pelaksanaan pesta adat, masyarakat juga menggelar tradisi Ngasoh Kembang yang dimeriahkan dengan penampilan rebana, marawis, barzanji, dan semarangan. Kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi sekaligus kegembiraan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an.

Acara berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong serta kecintaan masyarakat terhadap tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tampak hadir unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Kacung dan sekitarnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!