
PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), M. Zainul Muttaqien, diterima langsung Wali Kota Pangkalpinang Saparudin,di ruang kerjanya dalam audiensi dan silaturahmi kerja, Rabu (17/6/2026). Pertemuan ini bertujuan mempercepat pelaksanaan Asta Cita ke‑7 Presiden RI melalui gerakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Dalam pertemuan yang dihadiri unsur pemerintahan daerah, instansi terkait, serta jajaran BNN Pangkalpinang itu, Zainul mengungkapkan data survei nasional, jumlah penduduk terpapar narkoba melonjak dari 3,3 juta menjadi 4,1 juta jiwa atau setara 2,11 persen total penduduk. Bahkan, sekitar 320 ribu anak dan remaja usia 15–25 tahun diketahui sudah terpapar bahaya ini, mengancam persiapan menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Secara sederhana, ada tiga nasib yang menunggu pengguna narkoba: rumah sakit, penjara, atau kuburan. Itulah pilihan sesungguhnya,” tegasnya.
“Mengacu data PBB lewat UNODC, setiap tahun sekitar 26 juta orang meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkoba secara global, atau rata‑rata 52 orang per jam,” jelasnya.
Zainul memaparkan bahwa di Indonesia, angka kematian mencapai 18 ribu orang setahun, setara 49 orang setiap hari. Sementara itu, 70 persen penghuni penjara di Indonesia terkait kasus narkoba, dan jumlah orang yang direhabilitasi naik dari 39 ribu menjadi 44 ribu orang per tahun.
“Jenis narkoba pun makin beragam, mulai dari tanaman hingga ganja sintetis dan sabu‑sabu yang peredarannya makin luas,” ungkapnya.
Pihak BNN sangat mengapresiasi rencana pembangunan balai rehabilitasi yang disampaikan Wali Kota Pangkalpinang. Sesuai UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 54 dan Pasal 127, pengguna bukan sekadar pelanggar hukum, melainkan juga korban yang berhak mendapatkan pemulihan medis maupun sosial, sanksi penjara dapat diganti rehabilitasi. Contoh nyata sudah terlihat dari warga setempat yang pulih lewat pesantren rehabilitasi dan kini kembali produktif.
Selain fasilitas pemulihan, Zainul mendorong pembentukan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) serta Sekolah Bersih Narkoba.
Ia bahkan sempat meninjau program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di SMAN 4 Pangkalpinang dan mengajak dinas pendidikan, kepala sekolah, serta guru menyebarkan panduan berupa buku dan video yang sudah tersedia.
Kawasan rawan seperti Rio de Janeiro membuatnya mengingatkan agar Pangkalpinang tetap waspada meski tampak aman. Bahaya bisa datang kapan saja dan dari mana saja, termasuk lewat jalur laut dan darat lintas negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, dan kawasan sekitarnya. Oleh karena itu, kerja sama antar kawasan sangat diperlukan untuk menutup celah peredaran gelap.
Pertemuan ditutup dengan harapan silaturahmi hari ini memperkuat komitmen bersama menjaga generasi muda, mewujudkan lingkungan bersih narkoba, serta mengubah pandangan masyarakat agar korban narkoba diberi kesempatan pulih dan berprestasi kembali.(OB/W*)
Tidak ada komentar