PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Pasca kunjungan kerja Deputi Bidang Pencegahan BNN RI ke ruang kerja Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (17/6/2026), Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agustu Efendi menyampaikan, dua program utama yang segera digalakkan, Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di seluruh sekolah dan penerapan Kelurahan Bersih Narkoba.
Dalam wawancara usai pertemuan, Agustu mengingatkan bahaya baru yang makin nyata, jenis narkoba hibrida bernama Fentanyl. Zat ini berbentuk cair, mudah dicampurkan ke isi rokok elektrik, sulit dideteksi, dan sangat merusak.
“Wilayah kita daerah terbuka, barang berbahaya mudah masuk dari luar. Masyarakat harus berhati‑hati mengonsumsi obat, minuman kemasan, serbuk campuran karena banyak dicampur zat berbahaya, murah tapi merusak saraf dan otak anak serta remaja,” pesannya.
Pemkot segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan BNN Kota Pangkalpinang, M. Nizar, untuk memperketat pengawasan peredaran vape. Cairan beraneka rasa dan aroma kini sangat rentan dicampur Fentanyl dengan dampak jauh lebih parah dibandingkan zat lama. Langkah ini mengikuti contoh Malaysia dan Singapura yang sudah melarang vape demi perlindungan warga.
Agustu menegaskan, jika kelak terbit surat edaran pelarangan resmi, aturan itu langsung diberlakukan. Hal ini sejalan pernyataan Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto yang menyatakan Fentanyl kini paling marak ditemukan pada cairan vape dan mudah dicampur ke benda apa saja.
“Kedua program IKAN dan Kelurahan Bersih Narkoba menjadi langkah nyata mempercepat Asta Cita ke‑7 Presiden RI dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika,” tutur Agustu didepan awak media. (OB/W*)
Tidak ada komentar