Dikawal Kejaksaan: Proyek Tanggul Sungai Rangkui Rp4 Miliar Segera Dikerjakan, Langkah Awal Atasi Banjir 

waktu baca 3 menit
Selasa, 7 Jul 2026 14:38 38 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Ancaman banjir yang kerap melanda kawasan Kota Pangkalpinang mulai mendapatkan solusi nyata. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kepulauan Bangka Belitung resmi melangkah wujudkan penanganan banjir yang selama ini menjadi keluhan warga di sepanjang aliran Sungai Rangkui. Melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (SNVT PJSA), yang berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air), pihaknya menggelar sosialisasi proyek pembangunan tanggul dan normalisasi alur Sungai Rangkui senilai Rp4 miliar di Aula Kantor Kecamatan Taman Sari, Selasa Pagi (7/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, serta warga sekitar lokasi ini menjadi langkah awal pelaksanaan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Kepala SNVT PJSA BWS Babel, Agus Saputra, menjelaskan penanganan ini merupakan bagian dari rencana induk penanggulangan banjir yang telah disusun sejak tahun 2022. Meski belum menyelesaikan seluruh persoalan banjir, langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah pusat untuk meminimalkan dampak luapan air yang kerap merendam pemukiman dan pusat ekonomi kota saat curah hujan tinggi berbarengan dengan pasang laut.

“Memang belum bisa menghilangkan risiko sepenuhnya, karena penanganan banjir harus dilakukan terpadu dari hulu ke hilir. Namun ini adalah langkah awal yang sangat penting. Keberhasilan pekerjaan tahun ini akan menjadi modal utama kami untuk memperjuangkan anggaran penanganan menyeluruh pada tahun-tahun mendatang,” ujar Agus dalam pemaparannya.

Tiga Titik Prioritas Penanganan, dengan nilai kontrak konstruksi Rp4.080.943.200 dan biaya pengawasan Rp666.200.000, pekerjaan yang ditarget selesai dalam 207 hari kalender atau menjelang September 2026 difokuskan pada tiga lokasi paling krusial:

1. Perbaikan tanggul di kawasan Bawah Pintu Air Kolong Kacang Pedang untuk mencegah kerusakan yang lebih parah saat musim hujan

2. Rehabilitasi dan penggantian pintu air di kawasan Pasar Pesantren guna mengatur aliran air secara optimal

3. Peninggian tanggul dan perbaikan pintu air di Kampung Opas dekat Dermaga yang kerap tergenang pada Desember hingga Januari.

Secara teknis, pekerjaan meliputi pemasangan Dinding Penahan Tanah (DPT) beton bertulang, peninggian parapet tanggul sepanjang sekitar 400 meter di Kampung Opas, serta perbaikan empat unit pintu air beserta sistem pengamannya.

Pekerjaan akan dilaksanakan PT Vanessa Citra Nusantara dengan pengawasan PT Pilar Nawa Seto KSO CV Boarta Lestari Consultant.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bagian Irigasi dan Rawa BWS Babel, Teguh Prastowo meminta dukungan seluruh pihak agar pekerjaan berjalan sesuai rencana.

“Kami berharap masyarakat turut mengawasi agar pembangunan menggunakan material berkualitas, kuat, awet, dan benar-benar bermanfaat,” katanya.

Guna menjamin proyek berjalan tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, serta bebas dari penyimpangan, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung turut melakukan pengawalan melalui Program Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS).

Aco Rahmadi Jaya, Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan pendampingan ini dilakukan atas permohonan resmi Kepala BWS Babel.

“Kami tidak ingin ada gangguan, hambatan, maupun penyimpangan baik administrasi maupun pelaksanaan. Jika ada keberatan atau masukan, sampaikan sekarang dalam forum ini, jangan sampai pekerjaan berjalan baru timbul masalah yang menghambat,” tegas Rahmadi.

Dalam sesi dialog, warga meminta jaminan kualitas bangunan dan keterbukaan informasi pelaksanaan. Pihak pelaksana menjamin tanggul akan ditinggikan 50 sentimeter di sisi kiri sungai dan Jalan Pelangi, serta dibuat landai di kawasan Dermaga agar tetap bisa dilalui kendaraan.

Agus menambahkan, keterbatasan anggaran membuat penanganan harus dilakukan bertahap. Dari pagu yang diperjuangkan sekitar Rp5 miliar, yang terkontrak saat ini Rp4 miliar. Padahal dalam rencana induk, kawasan hilir seperti Teluk Bayur direncanakan dibangun kolam retensi besar dan pintu pasang surut.

“Kita buktikan bersama proyek ini berjalan lancar dan bermanfaat. Agar kami punya alasan kuat untuk kembali mengajukan anggaran ke pusat, demi penanganan Sungai Rangkui yang lebih lengkap dan tuntas,” pungkas Agus.

Sosialisasi ditutup dengan kesepakatan seluruh pihak bersinergi menjamin kelancaran proyek, demi mengurangi beban warga yang selama ini kerap dirugikan banjir.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!