Antisipasi Konflik dan Antrean TBS, Bupati Algafry Mediasi Tata Kelola PT Perlang Sawitindo Mas

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 16:29 4

BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengambil langkah mediasi untuk menyelesaikan persoalan tata kelola distribusi tandan buah segar (TBS) sekaligus pengaturan keamanan operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Perlang Sawitindo Mas di Desa Perlang, Kamis (23/7/2026).

Mediasi yang dipimpin langsung Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mempertemukan manajemen PT Perlang Sawitindo Mas, Pemerintah Desa Perlang, perangkat desa, koperasi pengangkut TBS, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Forum tersebut digelar sebagai upaya mencari titik temu atas berbagai persoalan distribusi TBS yang belakangan memicu antrean kendaraan pengangkut di area pabrik, sekaligus menjaga stabilitas operasional perusahaan agar tetap berlangsung aman dan kondusif.

Algafry menegaskan, pemerintah daerah mengambil posisi sebagai fasilitator yang memastikan setiap pihak memperoleh ruang untuk menyampaikan pandangan tanpa memperkeruh situasi di lapangan.

> “Hari ini kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Pemerintah daerah hadir sebagai penengah agar tidak terjadi konflik di lapangan. Alhamdulillah, melalui mediasi ini seluruh pihak dapat menyampaikan pendapatnya dan insyaallah permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Algafry.

Selain membahas tata kelola distribusi, Bupati juga menyoroti ketidakseimbangan antara peningkatan produksi TBS petani dengan kapasitas pengolahan PKS yang tersedia. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penumpukan kendaraan pengangkut buah sawit.

> “Melihat kondisi saat ini, memang perlu penambahan PKS agar mampu menampung hasil panen petani. Dengan kapasitas yang lebih memadai, diharapkan tidak lagi terjadi hamparan antrean buah sawit sehingga distribusi menjadi lebih lancar dan petani tidak dirugikan,” katanya.

Algafry menilai, peningkatan kapasitas industri pengolahan merupakan bagian penting dalam menjaga rantai pasok komoditas sawit tetap efisien. Dengan distribusi yang lancar, kualitas TBS dapat terjaga, sementara petani memperoleh kepastian pelayanan yang lebih baik.

Melalui mediasi tersebut, Pemkab Bangka Tengah berharap terbangun kesepahaman bersama antara perusahaan, pemerintah desa, koperasi, dan masyarakat dalam mengelola distribusi TBS maupun pengamanan operasional PKS. Penguatan koordinasi lintas pihak dinilai menjadi kunci untuk menciptakan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang lebih tertib, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha maupun masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!