PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pangkalpinang masa khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam acara pelantikan yang berlangsung di Balai Besar Betason Pemerintah Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/7/2026) atau bertepatan dengan 10 Safar 1448 H.
Mengusung tema “Ciptakan Pemimpin yang Berkarakter dan Mampu Menjaga Ukhuwah Islamiyah dalam Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”, acara ini dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, para asatidz, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus DMI se-Kota Pangkalpinang.
Hadir mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah, Agustu Afendi, yang menyampaikan salam dan dukungan penuh dari Wali Kota, Saparudin.
Suasana acara terasa kian menyentuh saat Agustu mengenang masa perjuangan bersama Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rasyid Ridho.
Keduanya pernah berjuang menuntut ilmu dengan segala keterbatasan di Palembang, mulai dari membawa sendiri alas kaki agar tidak kotor terkena tanah merah, hingga berbagi satu porsi makanan sederhana demi mengenyangkan perut.
“Dulu kami berjalan kaki mengangkut sepatu sendiri karena tanah merah yang licin, bahkan berbagi satu porsi mi goreng. Siapa sangka jalan Allah membawa kami pada amanah besar seperti sekarang,” ujar Agustu.
Pada kesempatan itu, Agustu melontarkan tantangan sekaligus harapan besar kepada kepengurusan baru DMI di bawah pimpinan Rusdianto, segera menyusun nota kesepahaman bersama Pemerintah Kota untuk mewujudkan program Masjid Ramah Anak.
Langkah ini dinilai sangat strategis untuk mendukung capaian Pangkalpinang yang telah tiga kali meraih predikat Kota Layak Anak peringkat Nindya, dan kini tengah berjuang meraih predikat tertinggi, yaitu Utama.
“Masjid Ramah Anak bukan sekadar memiliki Taman Pendidikan Al-Qur’an yang lengkap. Lebih dari itu, tersedia ruang laktasi bagi ibu menyusui, bangunan tanpa sudut tajam, tangga landai berpegangan, hingga tidak menggunakan tanaman berduri. Bahkan fasilitas umum seperti kamar mandi dan tempat wudhu harus selalu terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan, bukan dikunci rapat,” tegasnya.
Agustu berharap Pangkalpinang dapat menjadi pelopor penerapan Masjid Ramah Anak se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Program ini akan mulai dijalankan dari masjid-masjid utama di sepanjang jalan protokol seperti Masjid Al-Furqon dan Masjid Qubah Timah, hingga menjangkau seluruh masjid yang ada di wilayah kota.
“Saya yakin dengan semangat 150 pengurus yang tergabung, apa yang kita cita-citakan akan terwujud. Mari jadikan masjid bukan hanya tempat sujud, tapi rumah kedua yang nyaman bagi anak-anak kita tumbuh dalam kebaikan dan ketaatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DMI Kota Pangkalpinang yang baru dikukuhkan, Rusdianto, menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. Ia menegaskan pelantikan yang berlangsung penuh semangat ukhuwah, kebersamaan, dan kekeluargaan ini menjadi awal langkah nyata pengurus baru.
“Kami mengajak seluruh elemen DMI untuk kembali memperkuat persatuan dan menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat,” ungkap Rusdianto.
Ia berjanji akan mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, menyusun program kerja yang selaras dengan arahan pemerintah dan kebutuhan umat, serta terus membangun sinergi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan umat dan daerah.(OB/W*)
Tidak ada komentar