PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2026 segera dilaksanakan setelah mendapat persetujuan bersama DPRD dan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Hal tersebut disampaikan Saparudin usai mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Pangkalpinang terkait pengesahan APBD Perubahan 2026, Senin (24/8/2026).
“Alhamdulillah seluruh fraksi sudah membahas dan memberikan pandangan-pandangan. Badan Anggaran juga sudah melaporkan dan sudah disetujui serta disepakati oleh DPRD dan Pemerintah Kota Pangkalpinang,” kata Saparudin.
Ia meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) segera menyusun timeline pelaksanaan program dan kegiatan agar APBD Perubahan dapat direalisasikan secara optimal hingga akhir tahun anggaran.
Menurutnya, setiap program yang telah dianggarkan harus tepat guna dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Segera kita laksanakan APBD Perubahan ini. Kepala-kepala OPD kita minta segera membuat timeline, supaya kegiatan dapat dilaksanakan tepat waktu sampai dengan akhir tahun anggaran,” ujarnya.
Saparudin mengatakan salah satu perhatian dalam APBD Perubahan 2026 adalah pembangunan infrastruktur, termasuk pengelolaan persampahan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang sebelumnya telah mengusulkan pembangunan sejumlah fasilitas pengolahan sampah. Namun, dari lima fasilitas yang diajukan, baru satu yang mendapatkan persetujuan.
“Karena beberapa tahun kemarin kita mencoba mengajukan beberapa infrastruktur, terutama terkait pengolahan sampah. Kita mengajukan lima, tetapi yang disetujui baru satu,” katanya.
Karena itu, Pemkot Pangkalpinang memutuskan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah melalui APBD Perubahan.
Pada tahun ini, pemerintah akan merevitalisasi dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang sebelumnya belum beroperasi secara optimal.
Selain itu, terdapat satu TPS3R yang berasal dari pemerintah pusat serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Timah.
“TPS3R yang masih idle, belum jalan, kita revitalisasi tahun ini dua TPS3R. Kemudian ditambah satu dari pusat dan InShaAllah ada dari PT Timah melalui CSR. Jadi InShaAllah ada lima yang kita programkan tahun ini,” ujarnya.
Selain memperkuat pengolahan sampah di tingkat TPS3R, Pemkot Pangkalpinang juga tengah memproses penutupan sejumlah area pasif di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bacang.
Area yang sudah tidak digunakan untuk pembuangan sampah akan ditutup menggunakan geomembran dan selanjutnya ditanami pepohonan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas TPA.
“Area-area yang sudah pasif, artinya sudah tidak kita lakukan pembuangan sampah lagi, segera akan kita tutup dengan geomembran, kemudian kita tanami pohon-pohon. Sehingga memperkecil dampak lingkungan terhadap TPA tersebut,” jelas Saparudin.
Saparudin, menargetkan penguatan sistem pengolahan sampah melalui TPS3R dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA hingga sekitar 30 persen.
“Sehingga nanti sampah-sampah kita akan upayakan diolah di TPS3R. Yang dibuang ke TPA itu kita upayakan berkurang sekitar 30 persen,” tuturnya.
Saparudin menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh masyarakat, termasuk dalam menjaga kebersihan saat kegiatan yang berpotensi menimbulkan peningkatan volume sampah, seperti pawai dan kegiatan masyarakat lainnya.(OB/W*)
Tidak ada komentar