
BELITUNG TIMUR, OKEYBOZ.COM — Tokoh adat Kecamatan Damar, Burhaini Baharudin (76), mengajak masyarakat Belitung Timur menjaga kondusivitas di tengah dinamika aktivitas pertambangan timah. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi dan menyampaikan aspirasi secara damai.
Burhaini memahami kekecewaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan tata kelola pertambangan. Namun, menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh dilampiaskan dengan tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas.
“Belitung ini saya titip. Jangan terprovokasi dengan hal-hal negatif. Kantor tidak salah, yang salah itu manusia. Kalau kantor dibakar, apa untungnya?” ujarnya.
Ia juga menyoroti keluhan masyarakat terkait mekanisme penjualan bijih timah. Menurutnya, kepastian harga dan mekanisme penjualan yang transparan penting agar masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari tambang dapat memenuhi kebutuhan keluarga.
Burhaini berharap pemerintah dan perusahaan lebih terbuka dalam menyosialisasikan kebijakan pertambangan serta memberikan kepastian kepada masyarakat.
Di sisi lain, ia mengingatkan para penambang agar mematuhi aturan dan bekerja sesuai wilayah pertambangan yang telah ditetapkan.
“Kalau memang dalam KP (IUP), bekerja dalam KP (IUP). Kalau di luar KP (IUP), jangan dikerjakan. Itu saja, supaya aman dan kita sama-sama menghargai aturan,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah dimanfaatkan pihak tertentu di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Menurutnya, komunikasi antara masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan aparat harus terus diperkuat agar persoalan pertambangan dapat diselesaikan melalui dialog.
“Masyarakat sebenarnya tidak banyak menuntut. Mereka hanya ingin mendapatkan hak dan penghidupan yang layak. Karena itu, jangan sampai masyarakat merasa dirugikan,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar