42 Ribu Ton Sampah Setahun, DLH Bangka Tengah Dorong Pengelolaan Dimulai dari Rumah

waktu baca 3 menit
Rabu, 26 Agu 2026 15:58 8

BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM – Kabupaten Bangka Tengah menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Dalam setahun, timbulan sampah di daerah tersebut mencapai 42.804,80 ton atau setara lebih dari 117 ton per hari.

Dari total tersebut, 31.425,87 ton atau 73,42 persen tercatat sebagai sampah terkelola. Namun demikian, masih ada 11.378,93 ton atau 26,58 persen sampah yang belum masuk kategori terkelola.

Data itu tercantum dalam Neraca Pengelolaan Sampah Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026, yang disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Tengah, Ari Yanuar Prihatin, melalui Kepala Bidang Persampahan, Bram Wijaya, Rabu (26/8/2026).

“Ini data sampah per tahun. Timbulan sampah setahun kurang lebih 42 ribu ton,” kata Bram.

Jika dikonversikan ke dalam hitungan harian, sampah yang belum terkelola tersebut mencapai sekitar 31 ton setiap hari. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Bangka Tengah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan pemerintah mengangkut dan memproses sampah, tetapi juga bagaimana sampah dikurangi sejak dari sumbernya.

Dalam neraca pengelolaan sampah tersebut, DLH mencatat 31.388,05 ton atau sekitar 73,33 persen dari total timbulan telah mendapatkan penanganan.

Sementara pengurangan sampah tercatat sebesar 37,82 ton per tahun, yang terdiri atas pemanfaatan kembali sebesar 3,14 ton dan pendauran ulang sebesar 34,68 ton.

“Dalam neraca tersebut, pemanfaatan kembali sampah tercatat sebesar 3,14 ton per tahun, sedangkan pendauran ulang mencapai 34,68 ton per tahun,” ujar Bram.

DLH juga mencatat adanya pembatasan timbulan sampah sebesar 649,69 ton per tahun. Namun, angka tersebut tidak masuk dalam komponen pengurangan sampah sebagaimana keterangan dalam neraca.

Pada tahap pengolahan, sebanyak 7.698,91 ton sampah per tahun telah diproses menjadi bahan baku. Bentuk pemanfaatannya antara lain berupa pakan ternak, kompos, maupun produk daur ulang.

Di sisi lain, sebanyak 23.689,14 ton sampah per tahun masih masuk dalam proses pemrosesan akhir. Sementara pemanfaatan sampah sebagai sumber energi tercatat masih 0,00 ton per tahun.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah dalam pengelolaan sampah di Bangka Tengah. Sebab, semakin besar timbulan sampah yang dihasilkan, semakin besar pula beban yang harus ditanggung pada tahapan pengangkutan, pengolahan hingga pemrosesan akhir.

Bram menegaskan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan ketika sampah sudah berada di tempat pembuangan.

“Upaya pengurangan sampah perlu dimulai dari sumbernya, terutama rumah tangga, kawasan permukiman, pasar, perkantoran, hingga sektor usaha,” katanya.

Menurut dia, pemilahan sampah, penggunaan kembali barang yang masih memiliki nilai guna serta peningkatan kegiatan daur ulang menjadi langkah penting untuk mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat hilir.

Karena itu, DLH Bangka Tengah mengajak masyarakat mengambil peran lebih besar. Sampah yang dihasilkan dari rumah tangga maupun aktivitas usaha perlu dikelola sejak awal, bukan sekadar dibuang dan kemudian mengandalkan pemerintah untuk mengangkutnya.

Dengan timbulan mencapai lebih dari 42 ribu ton setiap tahun, persoalan persampahan di Bangka Tengah pada akhirnya menjadi tanggung jawab bersama.

Pemerintah memiliki kewajiban menyediakan sistem dan fasilitas pengelolaan sampah, sementara masyarakat memiliki peran menentukan dari mana persoalan itu bisa dikurangi.

Mulai dari mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, hingga mendaur ulang sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Jika 31 ton sampah yang belum terkelola setiap hari dapat dikurangi dari sumbernya, beban pengelolaan sampah di Bangka Tengah tentu akan jauh lebih ringan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!