Di Era AI, Saparudin Tegaskan: Pendidikan Karakter Lebih Penting dari Sekadar Kecerdasan Akademik

waktu baca 3 menit
Jumat, 4 Sep 2026 18:42 46 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menegaskan tantangan pendidikan di masa depan tak lagi hanya soal pencapaian akademik. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hal yang paling utama dan mendesak ditanamkan kepada peserta didik adalah moral, etika, disiplin, serta karakter yang kuat, nilai-nilai yang tidak bisa diajarkan dan digantikan oleh teknologi apa pun.

Pandangan ini disampaikan Saparudin saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Sekolah SMP Budi Mulia Pangkalpinang, Jumat (4/9/2026).

“Kemajuan teknologi membuat ilmu pengetahuan bisa didapatkan dengan sangat mudah. AI mampu menjawab segala pertanyaan akademik dalam sekejap. Namun ada satu hal yang tidak akan pernah bisa dilakukan teknologi, mengajarkan akhlak, moral, spiritual, dan perilaku yang baik,” ujar Saparudin tegas.

Menurutnya, justru di era serba canggih ini, peran pendidik dan orang tua menjadi semakin krusial. Jika kecerdasan hanya bisa didapatkan lewat data dan informasi, maka pembentukan karakter hanya bisa tumbuh lewat keteladanan nyata.

“AI hanya mengajarkan cara berpikir. Tapi soal perilaku, sopan santun, dan nilai kehidupan, tidak ada jalan lain selain memberi contoh langsung. Guru harus menjadi teladan, orang tua harus menjadi teladan. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan sehari-hari,” tambahnya.

Saparudin juga menyoroti prestasi gemilang dunia pendidikan Pangkalpinang yang membanggakan. Meski wilayahnya relatif kecil, capaian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) peserta didik kota ini menempati posisi terbaik se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahkan berhasil masuk jajaran enam besar tingkat nasional untuk jenjang SD, serta sepuluh besar untuk jenjang SMP.

“Kita bisa bersaing di tingkat nasional. Saya tidak kaget, karena saya tahu betul potensi anak-anak kita sejak lama. Tapi ingat, kepintaran saja belum cukup. Prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan kekuatan karakter,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Saparudin memberikan apresiasi tinggi kepada Sekolah Budi Mulia yang telah mengabdi dan berkontribusi besar mencerdaskan generasi Pangkalpinang selama hampir satu abad. Peletakan batu pertama gedung baru ini dinilai sebagai bukti komitmen keberlanjutan lembaga tersebut dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat.

“Sudah 100 tahun Budi Mulia hadir di sini. Ini karya yang luar biasa. Pembangunan gedung baru ini kami harap tidak berhenti hanya di seremoni saja, tetapi berjalan lancar hingga selesai dan segera dimanfaatkan sepenuhnya oleh para peserta didik,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi peran para alumni yang peduli dan membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan pendidikan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan perlu gotong royong seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan adalah kebutuhan paling mendasar. Pemerintah wajib menjamin mutu dan keadilannya, namun dukungan semua pihak tetap dibutuhkan. Kami berharap ke depan Sekolah Budi Mulia makin kokoh melahirkan anak-anak yang tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga mulia budinya,” pungkas Saparudin.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!