
BANGKA TENGAH, OKEYBOZ.COM — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, terus mendorong pengembangan sektor perikanan budidaya yang memiliki potensi lahan mencapai 1.831,60 hektare.
Berdasarkan data Dinas Perikanan, potensi tersebut terdiri dari lahan budidaya air payau seluas 1.483,08 hektare dan air tawar 348,52 hektare.
Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Imam Soehadi, mengatakan pengembangan budidaya perikanan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus nilai tambah bagi masyarakat.
“Sektor perikanan budidaya memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Pemerintah daerah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus nilai tambah hasil perikanan,” ujar Imam, Senin (7/9/2026).
Saat ini terdapat 154 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dengan 1.456 pembudidaya, 39 Unit Pembenihan Rakyat (UPR), serta satu UPTD Perikanan Budidaya yang didukung tiga instalasi.
Udang vaname menjadi komoditas unggulan dengan produksi mencapai 1.794,65 ton. Sementara produksi ikan air tawar mencapai 814,51 ton, dengan komoditas utama lele sebanyak 391,99 ton dan nila 258,83 ton.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Chazwir Chaidir, mengatakan pengembangan sektor ini perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pembenihan, pembesaran, peningkatan kualitas hingga penguatan kelembagaan pembudidaya.
“Pembudidaya tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga perlu meningkatkan nilai tambah hasil budidayanya agar memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.
Dengan potensi lahan yang luas dan jumlah pembudidaya yang mencapai lebih dari seribu orang, perikanan budidaya dinilai berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus mendukung agenda maju maritim Bangka Tengah.
Tidak ada komentar