Tanggapi Aspirasi ALMASTER: Eddy Iskandar Tegaskan Alihfungsi Hutan Wajib Berjalan Berjenjang

waktu baca 2 menit
Kamis, 10 Sep 2026 17:43 67 wiwik okeyboz

PANGKALPINANG, OKEYBOZ.COM – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar, menegaskan setiap usulan perubahan fungsi maupun pelepasan kawasan hutan harus diajukan secara berurutan mulai dari tingkat terendah hingga ke pemerintah pusat. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Aliansi Masyarakat Terzolimi Bangka Belitung (ALMASTER) di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Kamis (10/9/2026).

Eddy menjelaskan, secara aturan kawasan hutan memang terbuka kemungkinannya dialihfungsikan untuk kebutuhan lain. Peluang ini kian terbuka lebar karena saat ini sedang berlangsung proses penyusunan dan pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah di tingkat kabupaten. Meski begitu, mekanisme pengajuan tidak boleh melompati jenjang administrasi.

“Kalau berkaitan dengan kawasan hutan, memang dalam aturan bisa diajukan untuk peralihan penggunaan lain. Mumpung ada pembahasan tata ruang tingkat kabupaten, itu bisa diajukan,” ujar Eddy usai audiensi.

Namun ia menegaskan, usulannya harus dari bawah, kepala desa, kecamatan, kabupaten, kemudian provinsi. Kita tinggal proses untuk menyinkronkan dan disampaikan ke kementerian, karena keputusan akhir sepenuhnya kewenangan Kementerian Kehutanan.

Pemerintah Provinsi berperan memverifikasi, menyelaraskan, lalu meneruskan usulan yang lengkap dan tertib ke kementerian terkait. Tanpa mengikuti alur ini, usulan tidak dapat diproses lebih lanjut. Selain isu kawasan hutan, pertemuan ini juga membahas evaluasi tata kerja Satgas Tri Cakti.

Eddy menyampaikan, pihak pimpinan Satgas merespons positif masukan masyarakat dan membuka ruang seluas-luasnya bagi kritik serta evaluasi.

“Evaluasi tata kerja Satgas juga sudah ditanggapi. Mereka terbuka untuk evaluasi dan terbuka atas kritikan, termasuk penyampaian kalau ada oknum-oknum yang melakukan penyimpangan terhadap prosedur,” jelasnya.

Eddy juga menyebutkan, persoalan lain yang disampaikan ALMASTER, antara lain terkait tata kelola pertambangan timah, telah dibahas dan mendapatkan tanggapan.

Ia berharap isu-isu tersebut dapat terus diselesaikan melalui jalur dialog yang konstruktif.

“Hal-hal lainnya mudah-mudahan bisa dibicarakan, termasuk tata kelola timah. Itu sudah dibicarakan dan ditanggapi juga,” tambahnya.

Seluruh diskusi berlangsung dengan suasana baik, di mana peserta menyampaikan pendapat secara bijaksana dan saling bertukar pandangan.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan kawan-kawan menyampaikan aspirasinya dengan bijaksana. Berbagai catatan penting yang terkumpul akan menjadi bahan pembahasan lanjut pada pertemuan-pertemuan mendatang demi kemajuan bersama di Babel,” tutup Eddy.(OB/W*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA
    error: Content is protected !!